Rabu, 29 September 2010

sinopsis still mary me episode 1-2

Adegan dibuka dengan makan malam romantis, pacar Lee Shin Young (Park Jin Hee) menyiapkan makan malam spesial, ia mengaluarkan boks perhiasan dan ia memberikan cincin berlian dan melamar Shin Young. Biarpun mereka baru saja berkencan selama 3 bulan, pria itu berkata ia langsung merasa cocok dengan Shin Young dan ia merasa ia ditakdirkan bertemu Shin Young.
Shin Young sangat bahagia dan menerimanya, tapi ia minta maaf karena ia tidak bisa meneruskan makan malam ini karena harus kembali bekerja. Tapi pria itu mengerti dan berkata dedikasi Shin Young pada pekerjaannya sangat menarik baginya. Pria itu mengantar Shin Young ke kantornya dan memberikan ciuman sampai jumpa. (sound perfect heh..?, wait..)
Di kantornya, Shin Young memamerkan cincinnya pada rekan2nya, yang segera memberi selamat padanya. Mereka pikir Shin young akan jadi perawan tua, tapi ia benar2 beruntung karena ia mampu mendapatkan pria baik di usianya.
Ada berita yang harus diliput, kebakaran di sebuat hotel. Shin young dan kameraman-nya harus pergi meliput. sampai di lokasi, terdengar suara minta tolong seorang wanita dari jendela, masih ada pasangan dalam sebuah kamar. Ketika Shin young melihat ke atas, matanya terbelalak karena terkejut. Dalam kamar hotel yang terbakar itu, ada wanita dengan busana minim bersama..tunangannya!
Saat itu, pria tunangan Shin young itu merengek dan menangis ketakutan saat ia dan wanita itu harus melompat ke jaring penyelamat. Shin Young langsung mengarahkan kamera dan mike kepada tunangannya dan tanya bagaimana perasaannya. Pria itu senang dengan perhatian pers dan kesempatan masuk TV sampai…ia melihat siapa reporternya.
Shin Young benar2 tidak mengerti mengapa pria itu melamarnya malam ini, dengan cincin berlian kualitas tinggi lagi, jika memang ia berniat pergi ke hotel bersama wanita lain. Shin Young tetap tidak mengerti. Kim Bu Ki (Wang Bit Na), teman baiknya berkata pertanyaan yang dipikirkan tunangan Shin Young adalah mengapa Shin Young harus muncul di hotel itu dan di malam itu.Shin Young tetap tidak mengerti sampai ia mendengar sendiri dari mulut tunangannya. Ia pergi ke apartemen pacarnya.
Kim Bu Ki tidak setuju dengan rencana Shin Young, tapi Shin Young tetap pergi. ternyata sudah ada yang mendahului Shin Young. Seorang wanita melemparkan sesuatu ke jendela, menghancurkan-nya, dan meneriakkan nama mantan pacar Shin Young. Wanita itu ingin tahu mengapa pria itu mencampakkannya. Maka Bu Ki berkata dengan dingin, “Kau harus melakukan urusanmu setelah wanita itu pergi.”
Tiba-tiba, wanita itu disiram air, seorang bibi yang kesal menyiramkan seember air dan berkata dengan marah kalau pria itu sudah pindah. (jadi inget iklan Hexos hehe)Shin Young tidak melanjutkan lagi, ia kembali ke rumah. Di rumah ia mendapatkan sebuah undangan nikah yang membuat Shin young ingat masa lalunya. Undangan itu dari mantan pacarnya, Yoon Sang Woo (Lee Pil Mo) yang sudah berkencan dengan Shin Young selama 5 tahun.
Bahkan Sang Woo sudah siap untuk menikah dengan Shin Young, tapi shin Young sedang membangun karirnya dan ingin pergi ke Amerika untuk 2 tahun. Shin Young menunda menikah dengan Sang Woo, tapi Sang Woo merasa Shin Young tidak niat menikah dan akhirnya memutuskannya.Selama 2 tahun di Amerika, Shin Young selalu menulis surat pada Sang woo dan berkata betapa ia mencintai Sang Woo. saat Shin Young kembali ke Korea, Sang Woo sudah pindah dan pergi dengan kata2 dingin.
Yang lebih mengesalkan lagi, Shin Young mendapatkan kunjungan tamu tak diundang, wanita yang berkencan dengan mantan tunangannya malam itu. Gadis itu menemui Shin Young dan berkata bahwa pria itu lebih menyukainya daripada Shin Young dan menurut pria itu, Shin Young membebaninya. Kemudian gadis itu dengan berani minta cincin berlian Shin Young kembali.
Ketika ia keluar untuk meliput berita politik, Shin Young melihat seorang penerjemah dan ia merasa familiar dengan wajah wanita itu. Ia ingat, itu wanita yang berteriak diluar apartemen pacarnya. dan yang ternyata juga adalah alumni dari SMU yang sama dengan Shin Young. Wanita itu, Jung Da Jung (Eom Ji Won) mendekati Shin Young dan berbicara dengannya dengan nada akrab. Shin Young tidak ingat ia waktu di sekolah dulu tapi Da Jung berkata mereka sekelas.
Mereka akhirnya pergi minum bersama dan berbicara masa2 sekolah. Ketika Shin Young menyinggung ia mengenali Da Jung dari insiden di apartemen, Da Jung merasa malu dan mulai minum2.
Tiba2 Da Jung merasa kesakitan dan ia berkeras agar Shin Young membawanya ke ruang gawat darurat.. Shin Young mengantar Da Jung ke RS dan ternyata Da Jung hanya mencoba untuk bertemu dengan mantan pacarnya yang adalah seorang dokter di RS ini.
Shin Young mendesak Da Jung agar tidak melakukannya, dan Da Jung tidak menghiraukan Shin Young. Shin Young akhirnya menarik ranjang Da Jung dan mendorongnya keluar.
Ketiga wanita itu berkumpul di apartemen Shin Young untuk membicarakan masalah itu. Da Jung terlalu gugup untuk menelepon mantannya, maka kedua wanita yang lain mengurus hal ini. Shin Young bicara dengan mantan pacar Da Jung di telp, ia mengenalkan dirinya sebagai teman yang ingin menanyakan sesuatu atas nama Da Jung.
Mereka ke RS lagi, di RS Da Jung dan Bu Ki menunggui Shin Young dan juga melihatnya, saat shin young bicara dengan dokter itu. Shin Young kembali dan menemui kedua temannya, ia berkata dokter itu berkata meskipun mereka bahagia saat berkencan, satu hari saatpria itu sakit dan Da Jung membawakan makanan untuknya, ia tiba2 merasa terbeban. Pria itu berhenti membalas telp Da Jung dan berharap Da Jung mengerti maksudnya, tapi Da Jung tidak mengerti.
Bu Ki berkata, pria yang akan memutuskan Da Jung karena alasan itu, akan memutuskannya juga pada akhirnya, maka Da Jung terhitung beruntung. (oh..ini persis buku He’s just not that into you haha..6 kata ajaib )Setelah minum2 beberapa saat di rumah Shin Young, Da Jung mabuk dan tersandung ketika akan pulang, ia berkata ia baik2 saja.
Tapi beberapa saat kemudian, Da Jung menelepon Shin Young dengan panik, dan ketika Shin Young menemukannya, Da Jung terjebak dengan wajah setengah menempel di semen basah. Da jung berpikir ia sudah sampai rumah dan sudah tidur di atas tempat tidurnya. Lalu ia sadar ia terjebak.
Tidak ada jalan lain, Shin Young memotong rambut Da Jung dan membantunya bebas.Keesokan harinya, Shin Young pergi ke suatu universitas untuk mengambil gambar, setelah itu ia punya jadwal interview. Tapi mereka tidak bisa, karena seseorang memainkan gitar elektrik dengan nyaring di dalam gedung, ini sangat mengganggu. Shin Young masuk ke dalam dan minta pemainnya untuk menghentikan permainan-nya dan memberinya 10 menit saja suasana hening.
Mahasiswa itu (Min Jae) tidak menghiraukan Shin Young biarpun Shin Young mencoba mengajukan permintaan dengan sopan, Sikap mahasiswa itu menghabiskan kesabaran Shin Young dan ia juga harus mengejar waktu.
Maka Shin Young keluar, mencari pemotong kabel, dan memutuskan-nya dari amplifier. Min JAe marah besar, dan ia mengejar Shin Young keluar, seorang pejalan kaki yang ramah menunjukkan arah lari Shin young. Yang Min Jae tidak ketahui, orang itu adalah kameraman Shin Young, maka setelah menyingkirkan Min Jae, mereka dapat meneruskan liputan mereka. (hihi..seneng lihat muka Kim Bum yg marah..kaya Junpyo) Kemudian setelah itu, Shin Young mengalami beberapa kesialan lagi, pertama, mobilnya dibobol orang dan tasnya dicuri. Itu berisi semua hasil kerjanya dan juga cincin pertunangan yang akan ia kembalikan pada mantannya.
Kedua, Shin Young di pindah tugaskan ke tim lain di stasiun itu. Bossnya memindahkan Shin Young ke dept perencanaan dan berkata agar ia mengeluarkan beberapa ide untuk program yang bagus untuk masyarakat, kebudayaan, dan ekonomi. Ini tidak membuat Shin Young senang karena ia sudah menunggu lama untuk melakukan hal yang lebih besar, tapi keputusan bossnya tidak bisa diubah.Lalu, mantan pacarnya Sang Woo, ingin bertemu dengannya saat ia masih di tempat kerja. Shin Young sedang berada di tengah lokasi syuting drama sageuk/historis. Shin Young sangat ingin bertemu Sang woo, ia sedikit merapikan wajahnya sebelum keluar menemui Sang Woo. Tapi Sang Woo hanya memberikan undangan padanya. (ngga ckp ya sudah ngirim lewat pos..).
Sang Woo ingin meyakinkan diri bahwa Shin Young akan datang. Shin Young sama sekali tidak berniat datang sebenarnya. Sang Woo mendesak Shin Young untuk datang, akhirnya Shin Young marah dan ia mengambil pedang dari seorang aktor di dekatnya dan mengayunkan dengan marah ke arah Sang Woo. Sang woo lari terbirit2.
Min Jae menemui Na Ban Seok (Choi Chul Ho) kakak kelasnya yang dokter. Pergelangan kaki Min JAe terkilir akibat mengejar Shin Young, Ban seok mengobati kakinya. Mereka membahas kehidupan cinta Ban Seok. Kencan terakhirnya tidak berjalan dengan mulus, padahal ia sudah menuruti semua nasihat Min JAe. Ban seok tidak ingin bertemu wanita yang hanya memilih pria berdasar keinginan wanita itu, Ban seok selalu tidak beruntung dalam percintaan, sedang Min Jae tidak pernah mengalami kesulitan.
Ketiga sahabat wanita itu pergi makan malam bersama, Da Jung sekarang sudah memotong rambutnya dan juga mengubah perilakunya. Ia memutuskan akan menikah tahun ini dan ia menentukan kriteria pria calon suaminya, sbb : memiliki pekerjaan bagus, berotak, sayang keluarga, uang banyak, dan keren (wuihh..)
Shin Young berkata pria seperti itu semua mencari wanita yang lebih muda, dan Bu Ki memperingatkan, “Jika kau hidup dengan begitu naif, kau akan terluka.” Tapi Da Jung merasa optimis dan tidak terpengaruh kata2 Bu Ki. Shin Young sebaliknya, sudah memutuskan tidak akan menikah sama sekali.Selesai makan, mereka berjalan ke parkiran, ternyata ada yang menulis di kap mobil Bu Ki yang tertutup salju, bunyinya, “Wanita jalang mengerikan” Bu Ki mengaku ia tahu siapa yang melakukan ini, hanya ia tidak mau menjelaskan.
Bu ki juga sebenarnya masih punya urusan, tapi ia menawarkan kedua temannya untuk mampir ke apartemen mewahnya. Da Jung perlu tempat tinggal baru, karena rumor sudah tersebar mengenai kejadian yang memalukan itu. Bu Ki menawarkan agar Da Jung pindah ke apartemennya. Bu Ki punya tempat kosong. Da Jung melihat apartemen Bu Ki dan mengagumi kemewahannya juga selera Bu Ki dalam memilih, Bu Ki benar2 sukses.
Shin Young menjelaskan Bu Ki dulunya tidak seperti ini. Dulu, Bu Ki pernah berkencan dengan seorang pria selama 10 tahun. Sejak tahun pertama Bu Ki ada di universitas. Bu Ki melakukan segalanya untuk pria itu, ia juga tidak penah menolak keinginan pacarnya itu. Tapi Bu Ki selalu berakhir dengan membereskan cucian piring di rumah ibu pacarnya itu. Tahun2 datang dan pergi, Bu Ki hanya ingat menghabiskan masa2 usia 20an-nya dengan membereskan cucian piring.
Akhirnya Bu Ki tidak tahan dan memutuskan hubungan dengan pria itu saat usianya menginjak 30. Dan sekarang, Bu Ki benar2 berbeda, ia adalah wanita karir sukses yang mandiri. Menurut Bu Ki, putus cinta mungkin mengerikan dan menakutkan pada awalnya, tapi kemudian kau menyadari bahwa itu bukan apa-apa. Dalam satu kesempatan lain, Shin Young dipertemukan dengan seorang pria yang pernah ia wawancarai beberapa tahun lalu oleh seorang rekan kerja. Namanya Jerry Oh. Oh mengingat Shin Young dan minta nomor telpnya, maka mereka pergi makan malam bersama.
Oh melihat Shin young menikmati anggur, maka ia mengundang Shin Young untuk mencoba beberapa botol anggur yang ia bawa dari Napa (Lembah Napa di California terkenal dengan produksi wine-nya yang bagus, beberapa varietas terkenal termasuk Cabernet Sauvignon, Chardonnay, Pinot Noir, Merlot, Zinfandel, dll tumbuh di kebun2 anggur di Napa Valley).
Kencan mereka tergolong baik2 saja sampai Jerry Oh membuat permintaan aneh. Tapi sebenarnya cukup simpel maka Shin Young bersedia melakukannya. Shin Young sembunyi di balik tirai, kemudian muncul tiba2 dan berkata, “Ciluk..ba”. Ini ternyata menggairahkan Jerry, kemudian ia minta shin Young melakukannya lagi tapi kali ini hanya mengenakan jubah mandi.
Ini membuat Shin Young ketakutan. Shin Young menolak, maka jerry memohon dengan setengah mendesak dan bahkan merengek seperti bayi. Shin Young akhirnya pergi meninggalkan Jerry yang merengek minta Cilukba lagi. (freak and weird guy..)Paginya, Shin Young harus menggantikan seniornya untuk mengajar di universitas mengenai bagaimana melaporkan suatu berita, Shin young sedikit malas. Tapi ia pergi juga dan semua berjalan lancar sampai, ia berhadapan dengan mahasiswa yang datang terlambat. Siapa lagi..kalo bukan Min JAe. Keduanya kaget, tapi Min Jae senang sekali mengganggu Shin Young dan menjadi si sok pintar. Shin Young akhirnya minta maaf pada Min Jae karena insiden gitar itu, meskipun sebenarnya Min Jae bisa membantunya saat itu.
Shin Young minta Min Jae melepaskan kelas ini, dan Min Jae menjawab ya iya akan melepaskannya, tapi hanya setelah ia menyelesaikan PR yang ditugaskan Shin Young padanya, yaitu membuat suatu berita. Min Jae menghubungkan dengan kejadian aneh, ia bertemu seorang pria yang menjual benda2 elektronik curian pada mahsiswa. Ide Min Jae menarik minat Shin Young, karena iapernah kecurian dan tasnya hilang di daerah sini.Mereka bekerjasama. shin Young menyamar menjadi mahasiswi dan Min Jae mengenalkannya sebagi temannya yang mencari kamera pada pencuri itu. Min JAe sangat menikmati ini, karena ia bisa memperlakukan Shin young spt teman seusia, padahal seharusnya ia bicara dengan lebih hormat karena Shin Young lebih tua. Di depan si pencuri, mereka bicara satu sama lain seperti kawan lama.Ketika Shin young ada di gudang barang2 curian, Shin Young mencari tasnya, dan menemukan tasnya ada di rak perhiasan. Tepat saat polisi datang menggerebek tempat itu. Shin Young punya teman di kepolisian jadi mereka tidak kena masalah.
Beberapa hari kemudian, Shin Young melakukan penelitian di perpustakaan univesitas, ia ingin mencari ide2 baru untuk programnya, ketika Min JAe muncul mendekatinya. Kali ini mereka lebih akrab daripada ketika bertemu pertama kali. Min Jae berkata bahwa ada orang lain yang melaporkan mengenai pencurian itu. Min JAe mencari kesempatan untuk melihat Shin Young siaran, setengah menggoda bahwa Shin Young pasti buruk dalam pekerjaannya. Shin Young menjawab itu bukan bagiannya.
Shin Young minta tolong dengan buku2nya, Min JAe menjawab tidak dengan senyuman dan pura2 akan pergi. Shin Young kecewa, tapi Min Jae menyusul juga dan mengambil buku2 itu dari tangan Shin Young.
Saat mereka berpisah, Min JAe menawarkan, “Jumat depan, Aku tampil, mau datang?” Shin Young menjawab, “Aku tidak punya waktu.” dan Min Jae kembali, “Aku hanya basa basi.” Min JAe tidak terlalu kelihatan kecewa tapi undangan itu kelihatannya tulus, karena saat mereka berpisah, kata2 Min Jae adalah “Kau seharusnya berpakaian seperti waktu itu. Kau kelihatan cantik.” (bukannya kelihatan muda..dan kalo ditanya bisa jawab ini teman dan bukan tante atau kakak..?)Shin Young tenggelam dalam pekerjaannya dalam beberapa hari, sementara Da jung pindah ke apartemennya. Da Jung menolak tawaran Bu kI, ia lebih suka berbagi kamar dengan teman sekolahnya.
Shin Young bekerja sangat keras sepanjang minggu sampai ketika ia terbangun di mejanya di hari ia harus syuting programnya, ia menyadari bahwa Ia tidak bisa bicara. Rahangnya kaku dan ia tidak bisa membuka mulutnya!
Shin young berkeras akan melakukan interview, tapi jelas2 Shin young tidak akan bisa. Maka seniornya menawarkan akan melakukannya, Shin young protes tapi seniornya senang melakukan pekerjaan tambahan dan bergegas pergi untuk mengambil alih jadwal interview Shin Young.Shin Young menangis dengan penuh kemarahan di rumah, ia hanya bisa mengumamkan kata2 tidak jelas. Da Jung yang seorang penerjemah bahkan harus mendengar dengan dekat dan bisa menebak dengan tepat apa yang digumamkan Shin Young yaitu : “Apa kesalahanku? Bagaimanapun aku menunggu, pria yang baik tidak pernah muncul, itulah mengapa aku tidak akan menikah dan berkata aku akan bekerja mengejar karirku.”
Da Jung terus menerjemahkan gerutuan Shin Young yang tidak jelas sampai akhirnya ia tidak bisa mengikuti dan mulai bicara mengenai masalahnya sendiri. Dan ditengah perdebatan mereka bertiga, rahang Shin Young terpuntir lebih parah lagi.
credit to kadorama-recaps.blogspot.com

Sinopsis Wish Upon a Star – Episode 8

Pal-kang menampar Kang-ha, marah bahwa Kang-ha hanya peduli pada rumahnya yang terbakar ketimbang keselamatan anak yang terluka. Mereka saling tatap. Pa-rang mengerti bahaya marah-marah pada Kang-ha dan mulai berteriak menangis untuk meminta Kang-ha memaafkan kakaknya. Pa-rang berujar kalau Pal-kang tidak tahu apa yang dilakukannya dan tidak bermaksud menampar Kang-ha. Pa-rang juga memohon agar tidak disuir dari rumah itu.

Ada perubahan di wajah Kang-ha dan berikutnya kita tahu kalau dia merasa bersalah. Di kamarnya, dia mengingat kembali apa yang baru terjadi tapi ketimbang memikikan kebakaran itu ataupun kemarahannya, pikiran Kang-ha terpusat pada Pal-kang yang memanggilnya bajingan yang tidak punya perasaan.

Pa-rang tetap terisak, dan bertanya, “Jika kita diusir karena aku, apa yang akan terjadi pada kita?” Pal-kang mencoba menenangkan adiknya lalu beranjak untuk menemui Kang-ha. Pal-kang mendekat dengan penuh sesal dan meminta maaf karena sudah bertindak seperti tadi. Pal-kang juga bertanya apa pipi Kang-ha terluka karena tamparannya. Jawaban Kang-ha sangat tajam, “Bajingan tidak punya perasaan ini perlu tidur, jadi pergilah.” Tapi setidaknya, Kang-ha tidak lagi marah yang membuat Pal-kang tenang.
Faktanya, suasana menjadi lebih baik ketika Pal-kang berjanji untuk membuatkan sarapan yang enak besok. Kang-ha berkata, “Dan jangan pecahkan kuning telur gorengnya!” Pal-kang menjadi bingung tapi dia menerimanya begitu saja. Kelihatannya tadi Kang-ha tidak hati2 jadi dia kembali dengan mengkritik telur buatan Pal-kang.
Ju-hwang menghasilkan 20.000 won pada malam pertamanya bekerja di kios computer dan berjalan keluar dengan gembira. Di luar, dia dihentikan oleh tiga laki2 yang lebih dewasa yang juga bekerja di tempat itu, yang menawarkan untuk memegang uang itu untuk Ju-hwang. Ancamannya jelas dan Ju-hwang mencoba kabur, tapi mereka menarik Ju-hwang dan menendangnya ke tanah lalu mengambil uangnya.

Sambil menahan air matanya, Ju-hwang pulang ke rumah dan mencoba untuk menyembunyikan wajahnya yang terluka. Pal-kang bertanya bagaimana Ju-hwang mendapatkan luka itu dn bertanya-tanya apakah Ju-hwang baru saja berkelahi. Ju-hwang merasa cukup marah untuk melampiaskan semuanya pada Pal-kang dan berbicara lalu berhamburan keluar. Kang-ha melihat semua ini dari lantai atas.
Jae-young mabuk dan Jun-ha mengantarnya pulang. Jae-young merasa bodoh karena merasa tertekan ketika dia telah ditolak Kang-ha berkali-kali. Dia bersandar pada Jun-ha, yang merasakan sebuah perasaan tidak tentu pada sikap itu. Jun-ha menyelimutinya dan pergi tapi dia berhenti ketika Jae-young berkata, “Akan menyenangkan kalau itu kau. Kau cukup baik untuk membuat seseorang menangis. Akan menyenangkan kalau tadi itu kau. Tapi kenapa tidak?”
Suara Jun-ha mengeras dan berkata, “Kau pasti benar2 mabuk makanya mengatakan sampah itu!” Di rumah, Kang-ha melangkah keluar dimana Ju-hwang berdiri dalam kedinginan. Kang-ha meminta anak itu untuk masuk. Kang-ha menasehati bahwa karena dia tidak punya uang, dia tidak seharusnya mencoba untuk kabur. Ju-hwang hanya harus kembali ke rumah.
Ju-hwang menjawab kalau dia bukan orang yang keren yag pantas mendapatkan perlindungan. Ju-hwang adalah anak terkecil kedua di sekolah, yang kenapa anak2 selalu memilihnya. Dia tidak punya kekuatan. Dia mengaku kalau dia bekerja di kios computer dan dirampok. Kang-ha mengatakan kalau memiliki kekuatan bukan tentang berat badan dan bertanya pada Ju-hwang kenapa dia tidak mengatakan yang sebenarnya pada Pal-kang. Ju-hwang menjawab tidak ada gunanya.
Sebelum mengirim Ju-hwang masuk ke dalam, Kang-ha mengungkapkan pemikirannya: “Kau bukan orang tanpa kekuatan!” Jun-ha pulang ke rumah tepat waktu untuk melihat itu dan berkomentar tajam, “Sekarang kau bahkan bicara dengan anak2. Kau sudah banyak berubah.” Kang-ha bicara membela dirinya, “Keluarga it uterus bicara padaku!” Jun-ha membalas, “Betapa pintarnya kau membuat alasan.”
Malam itu, anak2 tidur dengan mengikat diri mereka bersama untuk menjamin bahwa Pa-rang tidak berkelana. Ini artinya ketika pagi tiba dan Kang-ha bangun, dia merasa aman untuk sementara kalau anak itu tidak ada di kamarnya. Tae-kyu bangun dari tidurnya dan mendapati ada wanita di sisinya dan di wajahnya ada coretan lipstick. Tae-kyu ketakutan – kenapa dia disini? Kenapa gadis itu ada disini? Gadis itu mengingatkan Tae-kyu, “Kita setuju untuk menikah.” Tae-kyu ketakutan luar biasa dan merasa bahwa dia sudah mengkhianati Pal-kang, “Tidak! Sayang, aku minta maaf!”
Sampai di rumah, Tae-kyu bergabung di dapur. Karena ini adalah bagian dari rencana Jun-ha, maka Jun-ha bertanya tentang gadis di klub dan rencana pernikahan mereka. Tae-kyu berusaha untuk membuat Jun-ha diam sebab berpikir dia akan menyakiti hati Pal-kang. Sebaliknya, Pal-kang malah mengucapkan selamat pada Tae-kyu – meski begitu, Cho-rok, yang menjadi pendukung Tae-kyu, terluka. Cho-rok menuduh, “Aku tidak tahu kalau kau adalah pria seperti itu. Pengkhianat!”
Sebagai penebusan dosa, Tae-kyu mentraktir anak2 makan pizza dan ayam. Anak2 yang lain bersemangat tapi Cho-rok menolak untuk makan dan Tae-kyu memohon untuk dimaafkan. Tae-kyu malu pada dirinya sendiri dan mengatakan pada Cho-rok kalau dia merasakan hal yang sama seperti yang Cho-rok rasakan tapi Tae-kyu mengingatkan Cho-rok untuk ‘mencintai sang pembuat dosa dan membenci dosanya.’ Sambil berlutu, Tae-kyu berkata kalau hanya Cho-rok harapannya satu2nya. Akhirnya, Cho-rok melunak, “Jika kau mengecewakan aku lagi, aku bahkan tidak akan memanggilmu kakak.”
Upacara pemakaman klien Pal-kang berakhir dan putra dari almarhum mengucapkan terima kasih pada Pal-kang. Pal-kang berharap dia bisa mengikuti upacara sampai akhir tapi laki2 itu berkata kalau Pal-kang sudah cukup membantu. Laki2 itu juga sudah memberitahu sepupunya tentang Pal-kang dan dia berharap Pal-kang mampir untuk membicarakan tentang kebijakan asuransi. Pal-kang mengucapkan terima kasih atas kebaikan pria itu lalu menuju ke rumah sakit untuk memeriksa ibu laki2 itu, yang pingsan karena saking berdukanya. Pal-kang duduk bersama nenek yang menangis karena tidak mampu ikut ambil bagian dalam upacara pemakaman suaminya.
Pal-kang segera mencari cara untuk menghibur nenek dan mulai menyanyikan lagu yang sudah dia latih, lagu yang diminta nenek sebelaumnya. Pal-kang membawakannya dengan antusias dan tidak melihat Kang-ha, yang baru saja menjenguk Ketua Jung, memperhatikan dari lorong bawah. Akan tetapi, lagu ini hanya membuat nenek menangis lebih keras, sebab ini adalah lagu yang dulu biasa dinyanyikan suaminya. Pal-kang segera mengubah lagunya dan menawarkan lagu yang lebih ceria.
Dulu, Kang-ha tidak mau memberikan tumpangan pada Pal-kang. Namun kali ini berbeda. Kang-ha menepi dan menawarkan tumpangan pada Pal-kang. Tapi tentu saja ini Kang-ha yang jaim jadi dia berkata, “Masuklah. Apa kau tidak mendengarku?” Ini benar2 sangat tidak terduga hingga Pal-kang menggaruk-garuk kepalanya, heran kenapa Kang-ha mau repot-repot dan ada acara apa sebenarnya.

Tiba2 saja, Pal-kang sakit perut dan meminta Kang-ha untuk segera menepi. Pal-kang tidak bisa menunggu sampai tiba di rumah – dia harus ke kamar mandi sekarang! Kang-ha bergumam soal masalah sembelit keluarga Jin. Pal-kang menjawab kalau 6 saudara akan membuatmu mengalami hal itu.
Ketika Kang-ha menunggu di dalam mobil, dia mencium bau busuk yang aneh. Dia mengendus-endus dan menemukan sumber baunya: popok Nam perlu diganti. Popoknya sangat kotor ketika Kang-ha mencoba menggantinya dengan yang baru. Dan selama proses pergantian itu, Kang-ha terkena kotoran di tangannya, yang kemudian mengenai kemejanya yang membuatnya super jijik.
Saat Pal-kang kembali ke mobil, Kang-ha menyuruhnya membeli sabun untuk mencuci tangannya sebab kamar mandi disana kehabisan sabun. Ketimbang memberikan uang tunai, Kang-ha malah memberikan Pal-kang karyu kredit. Ketika Pal-kang kambali, Kang-ha mencuci tangannya dan berniat membuang bajunya. Ketakutan melihat kotoran itu, Pal-kang berkeras untuk mencucikan kemeja itu untuk Kang-ha lalu mengeringkannya di mesin pengering tangan. Pal-kang tidak mengeringkannya secara penuh jadi kemeja itu masih sedikit basah tapi Pal-kang bilang baju itu akan segera menghangat.
Sialnya, saat mereka kembali mobil Kang-ha menghilang. Polisi menangani laporan itu tapi mereka sudah tidak punya harapan – Pal-kang meninggalkan kunci mobil di dalam mobil, yang menggoda seseorang untuk mencurinya. Kang-ha kesal waktu polisi itu menyebut dirinya dan Pal-kang pasangan suami istri.

Merasa bersalah, Pal-kang berkata dengan sedih pada Kang-ha, “Kau tidak perlu memberiku bayaran.” Setidaknya Pal-kang masih punya metro card jadi mereka bisa pulang naik kereta. Tapi semuanya juga tidak membaik waktu seorang paman muntah di jaket Kang-ha. Sudah cukup buruk para penumpang yang lain mengira Pal-kang dan kang-ha adalah pasangan suami istri. Tapi paman yang muntah ini yang paling buruk.
Kembali ke kamar mandi, dimana Pal-kang mencuci jaket Kang-ha di keran. Kang-ha ingin membuangnya, tapi Pal-kang mengingatkan kalau Kang-ha akan mati kedinginan dengan kemejanya saja dan menyelesaikan tugasnya. Sayangnya, pengering tangan kamar mandi yang ini, rusak. Ini artinya, Kang-ha harus mengenakan jaket yang basah!
Kang-ha gemetaran waktu mereka berjalan di stasiun kereta bawah tanah dan Pal-kang melihat penjual makanan lalu menyarankan agar mereka membeli sesuatu yang hangat untuk dimakan. Pal-kang mencoba untuk menangkan Kang-ha dengan memujinya, dengan mengatakan pada Nam kalau paman pengacara adalag orang yang baik! Kenapa? Karena bahkan saat mobilnya kecurian, dia tetap membelikan mereka sate ikan. Pal-kang, “Ketika kau dewasa, kau harus menjadi orang yang mengagumkan seperti paman pengacara!”

Kang-ha sama sekali tidak berselera tapi Pal-kang menjamu dirinya dengan soondae (cumi goring) dan di atas itu, mandoo. Kang-ha sedikit kaget dan sedikit jijik pada selera makan Pal-kang yang banyak. Setiap kali Kang-ha membayar sesuatu, Pal-kang selalu mengulangi frase-nya, “Kau bisa mengambilnya dari gajiku.” Kang-ha mengingatkan Pal-kang kalau Pal-kang sudah berkata jika dia tidak perlu membayarnya, yang membuat suasana hati Pal-kang kempis untuk beberapa saat. Pal-kang bertanya apa Kang-ha benar2 berniat untuk tidak membayarnya.
Semangat Pal-kang jadi meluap lagi waktu melihat pedagang yang lain, yang kali ini menjual kentang manis yang sangat disukai anak2. Mereka berhenti untuk membeli beberapa dan Kang-ha memesan seharga 5000 won. Pal-kang bertanya pada pedgang dengan nada enggan, “5000 won tidak akan dapat banyak, kan?” Kang-ha mengubahnya, “10.000 won!”
Mereka melanjutkan perjalanan dan Kang-ha membungkuk karena kedinginan dan sekarang diganggu oleh bersin yang terus-menerus. Dengan enggan, Kang-ha mengeluarkan kentang manis dari Pal-kang yang bertanya, “Tidakkan kau senang?” Kang-ha memandang Pal-kang dengan bingung, “Apa?”
Pal-kang: Kau mungkin belum pernah makan kentang manis baker dari pedagang jalanan sebelumnya. Kau seharusnya sudah mati karena tidak tahu bagaimana rasanya, tapi aku menunjukkan padamu. Aku rasa kau mungkin berterima kasih.
Kang-ha: Popok kotor Nam, kehilangan mobilku, dimuntahi, berjalan dengan baju basah di musim dingin – ya, aku sangat berterima kasih hingga mau mati.
Pal-kang, tertawa: Meski kau bicara seperti itu, kau benar2 berterima kasih, kan? Jadi… tolong berikan aku gaji-ku.
Anak2 memakan kentang manis itu meski mereka merasa sulit percaya kalau Kang-ha yang membelikan itu untuk mereka. Pa-rang membela Kang-ha dengan mengatakan kalau dia adalah pria yang baik. Cho-rok bicara demi Tae-kyu, yang menghabiskan lebih banyak uang untuk pizza dan ayam. No-rang mengatakan kalau jika kau hanya peduli pada uang, maka kau matre. Jika kau memikirkan perasaan seseorang, maka Jun-ha yang terbaik.
Kang-ha bersin semakin serius sekarang dan ketika Pa-rang mengendap-endap ke kamarnya, dia berjubal di atas tempat tidurnya. Pa-rang mengucapkan terima kasih pada Kang-ha atas kentang itu dan ketika dia memperhatikan ekspresi wajah Kang-ha, dia bertanya apa Kang-ha sakit. Kang-ha berkata tidak tapi jelas sekali kalau dia sakit.
Pa-rang memberitahu Pal-kang kalau Kang-ha terlihat sakit, jadi dia naik dengan membawa teh hangat. Kang-ha meminta Pal-kang untuk pergi, menolak teh-nya, tapi Pal-kang merasa bersalah dan mendekat juga. Duduk di samping Kang-ha, Pal-kang meminta Kang-ha untuk minum teh-nya. Pal-kang menjelaskan kalau ketika dia merasa bersalah, dia akan berhenti membuat masalah dengan memberikan ganti rugi. Contohnya, dia merasa bersalah atas popok yang kotor tapi itu malah membuat Kang-ha kehilangan mobilnya. Pal-kang merasa sangat bersalah malam ini hingga tidak bisa mengucapkan sepatah katapun.
Ketika Pal-kang memeriksa dahi Kang-ha, ternyata Kang-ha demam. Akan tetapi, Kang-ha memberitahu Pal-kang berulang-ulang kalau dia baik2 saja dan bahwa Pal-kang harus meninggalkannya sendiri yang membuat Pal-kang enggan mengganggu Kang-ha lagi. Di bawah, Pal-kang mempersiapkan kompres dingin untuk demam Kang-ha tapi dia ragu2 sebab tidak ingin mengganggu Kang-ha lagi.
Jadi, ketika Jun-ha pulang ke rumah, Pal-kang menganggapnya sebagai waktu yang tepat – apa Jun-ha bisa membawa kompres ini ke atas? Jun-ha bersedia dan dia memeriksa kakaknya serta menyarankan agar dia pergi ke rumah sakit. Kang-ha berpikir kalau itu tidak penting dan berhasil membuat saudaranya tersenyum. Jun-ha menjelaskan kalau Kang-ha terlihat manusiawi sekarang karena dia sakit.
Jun-ha menemukan Pal-kang membuat air lemon hangat dan ekspresinya menjadi kesal sebab Pal-kang segitu pedulinya. Jun-ha bertanya dengan curiga, “Kau belum menyerah terhadap Kang-ha, kan?” Pal-kang menyangkalnya dan menjamin kalau dia sudah sadar. Dia hanya merasa bersalah karena sudah membuat Kang-ha kesal hari ini. Pal-kang menjelaskan, “Aku tidak akan memikirkan hal lain sampai Nami lulus kuliah. Saat aku datang untuk tinggal disini, aku memotong rambutku di kamar mandi sauna dan memutuskan: ‘Aku bukan lagi seorang wanita. Aku hanya seorang ibu sekarang.’”
Pada pagi harinya, Kang-ha menemukan air lemon di sisi tempat tidurnya, yang dia minum. Di sampingnya ada sebuah pesan dalam secarik kertas dari Pal-kang: ‘Ketika aku menerima gajiku, aku akan membelikanmu vitamin yang bagus. Sungguh, kau bisa mempercayaiku. Jadi hari ini, aku menunjukkan kalau aku minta maaf dengan air lemon ini.’
Kang-ha tersenyum pada kata2 itu. Sedangkan, Pal-kang mempersiapkan makanan orang sakit untuk Kang-ha: bubur. Akan tetapi, Kang-ha sama sekali tidak memakannya sebab dia turun ke bawah sudah berdandan dan siap pergi kerja. Kang-ha tidak membuang-buang waktu menuju pintu yang membuat Pal-kang berkomentar, “Kau pasti benci melihatku karena aku membuatmu sakit.” Kang-ha menjawab dengan sikap biasanya, “Selama kau tahu.” Tapi itu tidak membuat Pal-kang sakit hati, dia hanya takjub melihat betapa gampangnya Kang-ha mengucapkan kalimat2 kejam seperti itu.
Kakek/ Ketua Jung telah mendengar pesan terakhir ayah Pal-kang dan hancur setelah mendengar kalau suami istri Jin meninggal salam kecelakaan mobil. Sekarang kakek sudah memulihkan ingatannya, dia datang ke lingkungan lama tempat tinggal keluarga Jin. Kali ini, kakek mengenali Man-soo dan bertanya kemana Pal-kang pergi. Mendengar kalau Pal-kang sudah pindah, kakek pergi.
Tidak berapa lama kemudian, Pal-kang tiba juga disana untuk bicara pada orang tua Man-soo tentang kebijakan asuransi keluarga mereka. Man-soo mengatakan kalau kakek Jung baru saja kesini menanyakan Pal-kang dan Pal-kang langsung bergegas untuk mencarinya di jalan raya. Kakek sudah benar2 menghilang ketika Pal-kang tiba disana tapi ketika Pal-kang berjalan lesu ke perhentia bus, dia melihat sosok kakek disana dan langsung memanggilnya. Wajah kakek langsung berubah cerah waktu melihat Pal-kang.
Seperti yang disebutkan, Ketua Jung sudah memulihkan ingatannya. Setelah pingsan mendengar sebuah voicemail, dia dibawa ke rumah sakit dan dia berbaring dengan sadar tapi tidak bicara apa2. In-gu tidak mengerti kenapa tapi Min-kyung mengerti bahwa kakek pasti sudah kembali ke akal sehatnya dan sekarang sedang memproses informasinya.
Ketika mendengar orang tua Pal-kang meninggal dalam kecelakaan, kakek Jung sakit hati. Tidak tahu kalau kakek sudah tahu tentang kematian itu, Min-kyung membuat perjanjian dengan pria mencurigakan dan menyuruhnya untuk mengatakan pada kakek kalau keluarga Jin tidak bisa ditemukan.
Meskipun Jae-young tidak cukup buruk, ada seorang wanita lagi dalam kehidupan Jun-ha. Wanita ini punya gaya rambut yang mirip dengan Jae-young dan ternyata dia adalah mantan pacar Jun-ha semasa kuliah dulu. Wanita ini menelpon setelah 3 tahun tidak bertemu. Jun-ha menyambutnya dengan ramah dan mereka pergi ke bar untuk mengenang kembali masa2 kuliah dulu. Wanita itu mengatakan kalau semua wanita dulu berpikir kalau Jun-ha menyukai mereka sebab Jun-ha sangat baik hati padahal pada waktu itu Jun-ha hanya bersikap ramah.
Wanita itu bertanya apakah Jun-ha akan berkencan dengannya bila dia bercerai. Jun-ha dengan mudah berkata iya tapi ketika wanita itu bertanya apakah Jun-ha akan mempertimbangkan untuk menikahinya, Jun-ha berkata tidak. Wanita itu berkata dengan sedih, “Apa aku tahu, kau mungkin kelihatan seperti pria yang sangat baik tapi kau benar sangat kejam.”
Ketua Jung memutar kembali voicemail yang berbunyi: “Tuan… Putra anda…. Anak… Adalah…” Untungnya, kakek cepat melihat pesan yang rusak dan memanggil Kang-ha untuk membantunya. Kakek ingin Kang-ha menemukan seseoang untuknya, dengan cepat dan rahasia – cucunya.
Tapi ini tidak semudah yang kakek kira untuk bisa melakukannya secara diam2, sebab kenalan Min-kyung memberikannya sebuah rekaman karena orang ini sudah secara rahasia merekam percakapan kakek dan Kang-ha.

Update Drama terbaru Yoo Seung Ho

Yoo Seung Ho benar2 sudah tumbuh dewasa – atau setidaknya itulah yang tergambar dari drama terbarunya (yang judulnya sekarang diganti jadi Flames of Ambitions) dimana Yoo berperan sebagai suami Seo Woo. Drama ini mengungkapkan tentang ketamakan, kekuasaan dan ambisi sebuah keluarga.

Coba perhatikan perbandingannya: Yoo Seung Ho baru saja berusia 17 tahun sedangkan Seo Woo, yang meski wajahnya menunjukkan kalau dia berusia belasan tapi sebenarnya sudah berusia 25 tahun. Seo Woo memerankan aktris yang sedang menuju ke puncak kesuksesan yang punya sangat banyak fans berat tapi banyak juga anti-fans-nya. Flames of Ambitions sendiri memasanga Yoo Seung Ho sebagai putra dari Jo Min Kid an digambarkan sebagai pria yang hangat dan baik hati.

Tapi bintang utama drama ini adalah Shin Eun Kyung, yang berperan sebagai wanita yang mampu melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Selain itu, dia juga bisa menjunjukkan sikap jahat dan dingin tergantung keinginannya.

Flames of Ambitions juga menampilkan Lee Soon Jae, Kim Byung Ki, dan Lee Hyo Choon. Drama ini akan tayang pada 2 Oktober.
Source: javabeans and hancinema

Still Marry Me

Judul Asli: Ajikdo Gyeolhonhago Shipeun Yeoja
English Title: Still, Marry Me/ City Lovers
Genre: Romance
Episode: 16
Produksi: MBC
Masa Tayang: 20 Januari 2010 – 11 Maret 2010
Sutradara: Kim Min Shik dan Lee Sang Yeob
Naskah: Kim In Young


Sinopsis:
Shin Young tidak pernah menemukan keberhasilan dalam soal cinta setelah putus dari tunangannya demi kemajuan karirnya. Ketika pacar terbarunya melamarnya, dia dengan senang menerima – tapi tidak lama setelahnya, Shin Young mendapati pria itu sudah bersama wanita lain. Dia sudah menyerah dalam urusan percintaan tapi tiba2 saja dia melihat wanita lain berteriak pada mantan pacarnya karena sudah mencampakkannya. Namanya Jung Da Jung, yang merupakan interpreter terkenal tapi naïf dan tidak pandai dalam urusan cinta.

Ketika keduanya menyadari kalau mereka adalah teman satu SMA, mereka jadi akrab. Mereka juga dikelilingi oleh teman baik Shin Young, Boo Ki, yang seorang konsultan restoran tapi sangat sinis soal cinta. Dengan tambahan Min Jae, yang seorang musisi menawan dan keras kepala, serta Na Ban Suk, yang seorang dokter, kehidupan ketiga wanita ini menjadi ceria lagi. Mereka bertiga akan saling memerlukan satu sama lain untuk saling mendukung percintaan usia 30an mereka yang penuh dengan kelucuan.

The Casts of Still Marry Me:
Park Jin Hee as Lee Shin Young
Uhm Ji Won as Jung Da Jung
Wang Bit Na as Kim Boo Ki

Kim Bum as Ha Min Jae
Choi Chul Ho as Na Ban Suk
Lee Pil Mo as Yoon Sang Woo

Park Ji Young as Choi Sang Mi
Kim Yong Hee as Choi Myung Suk
Ahn Hye Kyung as Jang Hye Jin
Park Hyo Joon as Hee Dong
Jun Se Hong as Jun Se Ri
Jung Won Joong as Sutradara Buk

Chun Woo Hee as Junior-nya Shin Young
Baek Il Sub as Ayah Ban Suk
Jung Soo Young as Teman kuliah Sang Woo
Jo Han Sun as Mantan tunangan Shin Young
Min Ah Ryung as Pacar mantan tunangan
Im Chang Jung as Jerry Oh
Danny Ahn as Mantan Pacar Boo Ki

Park Chul Min as psychic
Kim Sung Hoon as penjahat
Kim Min Shik as Sutradara Kim Min Shik
Gook Ji Yun as Se Na
Chae Gun
Komentar:
Terus terang, setelah baca sinopsisnya di kadorama-recaps, aku merasa kalau drama ini cukup menghibur. Apalagi, ada Kim Bum. Jadi, setidaknya Still Marry Me bisa mengobati rasa kangen para fans Kim Bum!
Source: dramabeans, dramawiki, dramafever

0 comments:

Posting Komentar

 
Photography Templates | Slideshow Software