Rabu, 29 September 2010

sinopsis still marry me episode 5

Shin young berjalan terhuyung2 dan pura2 mabuk ia berkata ia baik2 saja dan bisa pulang sendiri, tapi Min Jae mengerti kalau Shin Young menggodanya dan memberinya kesempatan. Min JAe dengan senang hati menggendong Shin Young di punggungnya dan siap menuju pintu keluar, keduanya terlihat senang karena mereka masing2 punya agenda, ketika..tiba2 boss Shin YOung tiba di pesta tepat waktu dan merusak suasana.

Boss Shin Young berkeras berkata bahwa Min Jae tidak perlu menggendongnya di punggungnya sendiri, Shin Young terlalu berat dan lagi boss Shin young sudah siap untuk kejadian seperti ini. Atas permintaan-nya, datanglah dua orang pria…membawa tandu.Min JAe protes, tapi boss Shin Young dan rekan2nya sangat gigih dan akhirnya Min Jae harus menyerah dan meletakkan Shin Young di atas tandu.
Dan karena Shin Young pura2 pingsan, Shin Young tidak bisa melakukan apa2 kecuali terus pura2 pingsan. Dan ia dibawa keluar dengan cara yang sangat memalukan. Kemudian saat tiba di luar, ia melompat dari atas tandu dan lari ke dalam taksi.Sang Woo yang menunggu di depan apartemen Shin Young dicurigai sebagai penguntit oleh petugas sekuriti dan ia diusir tepat saat Shin Young datang.
Shin Young melihat semuanya dan menyembunyikan diri, ia benar2 lega karena tidak harus muncul sendirian setelah menyombong bahwa ia akan pulang dengan Ha Min Jae.Paginya, Ban Seok bertemu Min Jae di gym, dan Ban Seok tidak puas dengan bukti yang diberikan Min Jae. Karena foto yang dikirim oleh Min Jae blur dan tidak jelas. Ini karena Shin Young sibuk bersandar pada Min Jae dalam usahanya untuk menggoda Min Jae.
Min Jae berkeras itu Shin Young, ia bahkan memanggil Shin Young dengan sebutan Shin Young ssi, yang membuat Ban Seok berpikir bahwa Min Jae benar2 menyukai Shin Young. Dan taruhan ini hanya alasan saja. (Di Korea, menyebut nama keluarga dan menambah ssi lebih sering dilakukan, tapi yang dilakukan Min Jae tidak biasa apalagi usianya terpaut cukup jauh. Jadi pasti ada hub istimewa.)
Ban Seok berkata, ia akan kecewa jika Shin Young melewatkan dirinya dan jatuuh ke pelukan anak kecil seperti Min Jae. Min Jae tersinggung dan menjadi sangat serius, “Kak, kau sudah berumur begitu banyak dan kau tidak tahu mengenai ini? Cinta bukan sesuatu yang dapat dikendalikan oleh seseorang.”Ban Seok akhirnya tanya apa yang direncanakan Min JAe jika Shin Young benar2 jatuh cinta dengannya, “Apa kau akan berkata, maaf, itu hanya taruhan saja?”

Min Jae menjawab itu akan ia putuskan nanti jika saatnya tiba. Ban Seok benar2 tidak percaya, dan berteriak, “Setelah ia benar2 suka denganmu?”Min Jae menjawab, “Setelah ia jatuh terlalu dalam dan tidak bisa keluar.” Ban Seok marah dan memaki Min Jae.
Pagi yang sama di apartemen shin Young, Da Jung sudah menyiapkan sarapan yang lezat untuk mereka. Shin Young menyeret dirinya bangun dan makan. Shin Young tanya buat apa menyiapkan sarapan yang istimewa ini, Da Jung menjawan ia suka melakukan hal2 seperti ini, ia hanya tidak punya suami untuk diberi sarapan. Da Jung tanya apa Shin Young pulang sendiri, dan saat Da Jung dengar bahwa Shin Young memang digendong untuk beberapa saat.
Da Jung tanya dengan semangat, “Bagaimana rasanya?” Shin Young, “Menyenangkan.” Da Jung heran, “Apa yang akan terjadi jika kau akhirnya benar2 berkencan ?” Shin Young, “Tidak, tidak seperti itu. Dia bukan satu atau 2 tahun lebih muda dariku.”
Da Jung sangat optimis, ia memberi contoh dengan pasangan Demi Moore dan Ashton Kutcher yang selisih 16 th. “Jika ia melakukannya, mengapa kau tidak?” Kau seharusnya mengencani Sang Woo dan Min Jae. Shin Young tanya, “Apa ini karena kencan butamu yang buruk?” Da Jung berkata bahwa ia sudah menetapkan tanggal pernikahan : 22 Oktober. Ia sudah merencanakan semua detil pernikahannya dan sekarang yang ia butuhkan adalah pria.
Shin Young : “Kau tidak perlu pria. Kau sudah memiliki semua detilnya. Kita bisa bersama dan menikah.” Da Jung menambahkan dalam rencana imaginasinya, nanti Shin Young yang akan menangkap bunganya.
Da Jung berkata ia mungkin terlalu sempurna untuk mendapatkan seorang pria. Ia akan menunjukkan beberapa kekurangannya lain kali. Kemudian Bu Ki datang dengan panik dengan koran di tangan.
Sepertinya orang lain menyerobot cerita mengenai musisi yang seharusnya menjadi pokok cerita Shin Young. Boss nya menyingkirkan Shin Young karena tidak menyajikan cerita itu pada berita jam 9. Shin Young minta kesempatan lagi untuk merekam ulang tapi bossnya justru membatalkan semuanya.Senior Shin Young yang menyebalkan berterima kasih pada Shin Young karena mereka memberikan kavling waktu Shin Young padanya untuk acara berita live. Ia juga bertanya, “Kapan kau akan menikah pada Shin Young?”
Shin Young berjalan pergi tanpa berkata apa2, air matanya mengembang di pelupuk matanya.Shin Young pergi ke toilet dan menangis diam2, lalu ia berhenti. Ia mengeluarkan pena dan memberi tanda di dinding toilet. Ia berkata, “Dalam 10 th, aku sudah menangis banyak.” Dan ternyata di dinding itu, memang banyak tanda, setiap kali Shin young menangis ia memberi tanda, dan ia meletakkan tangannya di atas tanda itu dan berkata, “Tidak apa, aku akan memenuhi dinding ini, aku punya banyak waktu.”
Min Jae sudah menunggu Shin Young saat Shin Young keluar dari toilet dengan koran di tangan. Min Jae tanya ada apa, dan apa Shin Young menangis karena kehilangan cerita ini. Shin Young menyangkal sudah menangis dan minta maaf karena menghilangkan cerita yang ditemukan Min Jae untuk-nya. Min Jae tanya apa Shin Young tidak apa pulang sendiri kemarin, dan ia mengajak makan malam untuk membuat Shin Young senang.
Shin Young menerimanya. Min Jae membuat Shin Young berjanji agar tidak menghilangkan ceritanya lagi, dan jika ia menghilangkan-nya, tidak perlu menangisinya. Min Jae mengulurkan jari kelingkingnya untuk membuat janji. Shin Young melihat ke arah Min Jae dengan sedikit ragu lalu ia tersenyum dan tersentuh oleh ketulusannya. Ia pun mengulurkan kelingkingnya dan membuat janji.
Min JAe tersenyum dan menggodanya, saat Shin Young mabuk dengan hidung merahnya, ia benar2 terlihat seperti pelayan tua pemabuk. Shin young langsung melepaskan jarinya dan marah2, Min Jae tertawa di koridor. Shin Young berhenti dan menoleh ke belakang, Min Jae hanya berdiri saja di sana, tersenyum padanya. Shin Young sedikit bingung dengan Min JAe.
Da Jung mengalami hari yang melelahkan di tempat kerjanya, maka ia pulang dan minum2, ia tertidur dan mimpi buruk. Dalam mimpi, ia dan Shin Young sudah tua dan masih single dan tinggal bersama. Ia bangun dan menangis dan berkata, mengapa tidak ada pria yang mencintainya.
Shin Young menjawab, “Bukannya tidak ada pria yang mencintaimu. Hanya tidak ada yang tinggi, terpelajar, bukan anak pertama, pria tampan yang bicara tanpa aksen dan punya apartemen besar, yang mencintaimu.” Da Jung membalas, “Itu sama saja!”
Shin Young mengunjungi Min JAe yang sedang berlatih di studio. Shin Young mengintip Min Jae dan terlihat Shin Young memang tertarik dengan Min Jae.
Min Jae istirahat dan ngobrol dengan Shin Young. Mereka setuju untuk bertemu lagi nanti malam untuk kencan makan malam. Shin Young menyebutnya makan malam persahabatan tapi Min Jae berkeras itu kencan, dan Min Jae tanya apa Shin Young dandan untuknya. Shin Young menyebut Min Jae anak sombong, lalu Min Jae minum kopi Shin Young, membuat lipsik Shin Young yang ada di gelas menempel di bibir Min Jae. Min Jae : “Ini berarti kita sudah berciuman. Apa kau akan bertanggungjawab untukku?”
Lalu Shin Young mengejar berita baru. Kali ini mengenai seorang wanita yang dipukuli pacarnya di sebuah klub. Tapi pacarnya itu adalah anggota konggres yang tersangkut skandal uang, membuat ini menjadi besar jika Shin Young bisa mewawancarai wanita itu, Tapi wanita itu menolak meskipun Shin Young sudah meyakinkannya.
Setelah menghabiskan waktu berkemah di luar kediaman korban tanpa hasil, Shin Young menemui Bu Ki di restorannya. Saat mereka minum kopi, HP Bu Ki berdering tapi ia mengabaikannya. Bu ki mengaku ia berkencan dengan pria yang hebat, saat Shin Young tanya mengapa ia tidak mengangkat telpnya. Bu Ki menjawab, “Karena ia sudah punya isteri.”
Bu Ki berkata ia akan menemui istri pria itu dan berkata bahwa suaminya berkeliling kota dan pura2 masih lajang. Shin Young menyebut Bu Ki sudah gila dan minta ia tidak melakukannya.
Tapi Bu Ki tidak mendengarnya. Ia menyukai wanita itu, dan ingin membuka pikiran wanita itu dengan cara Bu Ki.
Isteri pria itu bernama Sang Mi, ia berlatih tari dansa ala Latin. Bu Ki menemuinya di studio dan berkata dengan tenang, “Suamimu adalah perayu dan ia jatuh cinta padaku.” Wanita itu, meskipun kaget, tetap terkendali dan tenang seperti Bu Ki. Dan kemudian ia ikut rencana Bu Ki untuk menerima bunga yang akan diberikan oleh suaminya pada Bu Ki sebagai bukti ketidak-setiaan suaminya. (Bu Ki berencana menolak bunganya)Shin Young pulang dan ia menemukan Sang Woo didepan apartemennya lagi. Shin Young minta Sang Woo jangan menguntitnya terus, Sang Woo menarik Shin Young dan minta tolong ditemani mencari apartemen, ia akan pindah ke lokasi apartemen Shin Young. Shin Young protes tapi pergi juga bersama Sang woo.
Sang woo tetap ingin kembali dengan Shin Young tapi Shin Young berkata bukankah ia sudah bilang ia kencan dengan Ha Min Jae. Sang Woo tanya apa benar, Shin Young bahkan berkata ia akan mengenalkan mereka.Malam itu, Shin Young ketiduran dan ia terlambat untuk makan malam dengan Min Jae, Shin Young telp dan tanya apa Min Jae masih ingin pergi. Min Jae berkata mereka pergi lain kali saja dan menutup telpnya. Ia berkata pada teman2 satu band-nya bahwa kau harus sesekali jual mahal.
Sang Mi, duduk di rumahnya menunggu suaminya pulang. Dia tiba, dengan bunga di tangan, ia berkata bunga itu adalah hadiah untuk isterinya.
Sang woo minta Da Jung menemuinya dan ia mohon agar Da Jung membantunya mendapatkan Shin Young kembali. Setelah basa basi dan janji akan mengenalkan Da Jung dengan beberapa pria, Da Jung membawa Sang Woo ke pembukaan restaurant baru Bu Ki.Shin Young dan Bu Ki makan malam di apartemen Bu Ki, saat Da Jung datang dan menjatuhkan dirinya. Kedua temannya mengira ia mabuk tapi ia mengaku sangat bahagia. “Aku akhirnya bertemu dengan dia, pria yang ditakdirkan bersamaku.”
Kedua temannya mencoba bicara dengannya, tapi Da Jung tidak akan mendengar. Mereka akhirnya minta agar Da Jung membawa pria barunya ke pembukaan restaurant.Rencana Min Jae untuk main jual mahal sepertinya tidak terlalu berhasil. Ia mengecek ponselnya setiap menit untuk melihat apa Shin Young meneleponnya, dan akhirnya ia menyerah dan mengirim SMS duluan. Min Jae mencoba menjadwal ulang kencan mereka malam ini, tapi Shin Young berkata ia akan keluar semalaman di depan rumah wanita pacar anggota konggres itu, ia mencoba wawancara.
Shin Young lari2 di sekitar rumah itu mencoba untuk mengusir dingin. Min Jae menelepon. Shin Young menjawab, “Halo..halo” setelah beberapa saat Min Jae tanya, “Apa kau tidak menyimpan nomorku? Lalu mengapa kau tidak menjawab, “Min Jae ssi?” Aku akan menelepon lagi.”Min Jae menutup telp-nya lalu menelepon kembali. Kali ini Shin Young menjawab, “Ha Min Jae ssi.” Tidak senang dengan itu, Min Jae berkata, “Bukan, hanya Min Jae ssi. Aku akan menelepon lagi.”
Shin Young kesal tapi ia mengerti, Min Jae akan terus melakukan ini sampai ia berkata seperti yang diinginkan Min jae. Maka saat Min Jae telp lagi, Shin Young menjawab, “Min Jae ssi,” dan Min Jae tersenyum.
Shin Young dengan keras kepala tetap menunggu di depan rumah wanita itu. Ia mencoba menghangatkan diri. Kemudian, Min Jae muncul dan membawa sesuatu.
Min Jae membawakan penutup telinga, kopi panas, dan ubi bakar, untuk Shin Young dan membuat Shin Young terkesan. Min Jae berkata agar Shin Young menghangatkan diri dulu, dan ia memegang wajah Shin Young dengan tangannya.Kemudian Min Jae merasa kecewa saat tahu ubinya sudah dingin. Maka ia pergi dan kembali dengan gerobak ubi bakar lengkap dengan penjualnya. Ia melingkarkan separuh dari scarf raksasanya ke leher Shin Young dan mereka menunggu ubinya matang dengan berbagi scarf.
Min Jae menggoda Shin Young, ia memanggil dirinya sendiri kakak dan memanggil Shin Young, “Shin Young ssi”. Shin Young minta agar Min Jae tidak memanggilnya seperti itu, tapi Min Jae justru semakin menjadi dan memanggilnya, “Shin Young ah,” sepertinya Shin Young itu lebih muda darinya. Shin Young mendelik, “Kau benar2 tidak tahu aturan.” Min Jae membalas, “Kau menyukainya, dalam hati kau suka.”
Min Jae bahkan membantu meyakinkan wanita itu bahwa melakukan interview adalah hal yang benar. Shin Young benar2 terkesan dengan Min Jae.Shin Young (dalam hati) : Bagaikan sadar dari amnesia
Sepertinya memoriku terlepas
Perasaan ini melandaku
Inilah kencan itu
Inilah kesenangan itu
Darah mengalir dan jantung berdegup
Perasaan bahwa musim semi akan datang
Ingin perubahan dalam hati
Mengapa aku merasa seperti ini.
Disini, hari ini, berdiri di dekat anak ini?
Anak ini disini di sampingku
Ketakutan bahwa aku akan melihatnya sebagai pria.
Perasaan berkencan lagi setelah ratusan tahun.
Ini adalah Lee Shin Young.
Kemudian, Shin Young mendapat telp dari wanita itu, ia setuju di-interview besok. Mereka senang sekali dan berpelukan karena bahagia dan Min Jae mengambil kesempatan ini untuk berfoto yang tentu saja langsung dikirim ke Ban Seok.
Da Jung dan Shin Young sedang mencoba2 baju untuk dikenakan saat pembukaan restaurant Bu Ki, ketika polisi datang dan membawa Da Jung ke pos polisi. Lalu Da Jung pulang, rambutnya berantakan. Kedua teman-nya yang menunggu dengan cemas, berpikir bahwa pacar Da Jung adalah pria beristri dan Da Jung berkelahi dengan isterinya dan rambutnya ditarik oleh wanita itu. Ternyata tidak, pacar barunya adalah penjual obat terlarang dan rambutnya ditarik oleh polisi untuk di test Narkoba.
Maka keduanya mencoba menghibur Da Jung dengan mengajaknya ke salon untuk perawatan kulit kapala. Tentu saja diwarnai dengan keluh kesah mengenai kehidupan Da Jung.
Di pembukaan restaurant Bu Ki, Shin Young mendapati Min Jae menunggunya. Mereka sangat senang bertemu satu sama lain. Shin Young terkesan dengan penampilan Min Jae.
Min Jae berkata ini karena ia akan bertemu teman2 Shin Young, ia ingin membuat mereka terkesan. Sang Woo melihat mereka dari seberang ruangan. Melihat Sang Woo, Shin Young lebih mendekatkan diri pada Min Jae. Sang Woo mulai minum2.
Shin Young minta Min Jae untuk ikut dalam rencananya kalau ia mendekat pada Min Jae. “Bukankah kita dekat?” Tanya Min Jae. Shin Young minta agar Min Jae ikut saja. Min Jae menantang Shin Young untuk melakukannya. Shin Young ragu2, lalu Min Jae mendekat seperti akan menciumnya.”Tidak sejauh itu,” Shin Young tertawa gugup. Min Jae merangkul Shin Young dan Shin Young mengijinkannya.
Min Jae mendekat dan berkata, “Pemenangnya akan mendapat apapun yang ia inginkan,” dan akan mencium Shin Young…di depan semua orang.

Shin Young kaget tapi ia tidak bergerak menjauh. Malahan Shin Young memejamkan matanya, bersiap untuk ciuman……dan setelah mendekati bibir Shin Young, Min Jae tersenyum pada dirinya sendiri dan mengalihkan kepalanya dan mencium pipi Shin Young. hahaha…
credit to: kadorama-recaps.blogspot.com

sinopsis still marry me episode 4

Bu Ki dan Shin Young lari dari kejaran reporter, tapi Da jung ditahan dan berusaha agar wajahnya tidak terlihat. Akhirnya, mereka berhasil mencapai mobil dan lari. Bu Ki melotot pada Da Jung atas kesulitan yang ditimbulkannya.Ketiganya lalu menuju sauna dan berendam di air hangat untuk menenangkan syaraf mereka.

Da jung mencoba menghibur kedua temannya. Ia berkata punya teman di MBS, maka ia akan berusaha agar ini tidak tersebar. Shin Young mulai relaks dan tertawa, tapi ia berhenti dan sadar jika rekaman itu tersebar, maka ia akan terhina. Ia adalah direktur perencanaan penyiaran! Da Jung tertawa juga tapi Shin Young berkata, apa yang kau tertawakan?
Da Jung diam, tapi kemudian ia tanya, “Apa kalian pikir upacara tadi berhasil? Pria2 itu akan datang, benar?”Ketiganya menuju rumah dan Sang Woo menunggu di luar apartemen Shin Young lagi. Ketiga wanita itu melihatnya dengan sebal. Shin young dingin pada Sang woo dan Sang Woo berkata ia akan bicara dengan Bu Ki. Bu Ki mau menemui Sang Woo dan berkata bahwa ia tidak suka mereka rujuk lagi. Menurut Bu Ki, Shin young sebaiknya berkencan dengan orang yang lebih matang, bukan seorang yang akan merasa kesal karena Shin young harus pergi belajar.
Da Jung ikut nimbrung dan mendengar dengan simpatik saat Sang woo mengaku bahwa ia memang salah, dan Da Jung berkata ia mengerti dan berharap Sang Woo sukses.
Sang Woo menunggu Shin young tapi Shin young tidak mau keluar. Saat Shin Young keluar untuk pergi ke toko, Sang woo mendekatinya lagi. Ia mengaku ia memang kejam pada Shin Young dan ia malu karena berpikiran picik. Shin young berkata ya hiduplah dengan rasa malu itu. Sang woo berkata ia sudah membatalkan pernikahannya, dan ia mengaku bahwa hidupnya tidak seperti yang ia inginkan. Tapi Shin young tidak terpengaruh, ia tetap tidak ingin kembali dengan Sang Woo.Sang woo berkeras ia akan menunggu. Sang Woo percaya Shin young akan kembali padanya, lagipula, “Kau tidak akan kemana-mana.”
Shin Young kesal, ia menatap Sang Woo, “Kau! menikah dengan wanita yang lebih tua daripada aku, lebih jelek, lebih gemuk, punya hutang banyak, dengan anak dan watak jelek!” Shin young berkata, “Itu yang akan terjadi padamu!”
Ketiga sahabat itu kumpul lagi untuk minum anggur, masalah Shin young adalah tidak ada banyak pria dalam hidupnya, ia kencan dengan Sang Woo ketika lulus kuliah dan saat ia berusia 30th. Tidak ada banyak pria di sekitarnya.
Da Jung berkata masalah nya adalah semua pria yang ia inginkan tidak mengacuhkannya, sementara ia dikejar oleh pria yang tidak ia sukai.
Shin young mengunjungi Ban Seok dan berkata ia berterima kasih atas semua perawatan Ban seok selama ini. Ban seok mengaku pada Min Jae bahwa ia suka dengan Shin Young. Maka Ban seok mulai dengan pendekatannya. Ban seok berkata pada Shin Young bahwa ia akan menghadiri seminar di Inggris, tapi jika Shin young ada masalah Shin young boleh menelepon-nya. Lalu Ban Seok memberikan kartu namanya.

Di kelas, shin young memberikan kuliah mengenai cara2 interview. Tapi ia terganggu oleh Min jae yng membawa kamera dan mengambil gambarnya. Sinar blitz membuat Shin young hilang konsentrasi dan tanya mengapa Min Jae mangambil fotonya. Min Jae menunjuk pada papan tulis dan berkata, ia memotret itu, bukan dirinya. Min Jae senang dengan reaksi Shin young “kau tidak berpikir aku mengambil fotomu karena aku tertarik pada kecantikanmu kan ?” Shin young merasa malu, ia tidak menjawab, lalu Min Jae berkata, “Maaf karena membuatmu kecewa.”
Shin young melanjutkan kuliahnya dan Min Jae terus saja mengambil gambar dengan kameranya. Shin young menghapus papan tulis, tapi Min Jae tetap saja mengambil gambar.Ternyata Min Jae mengambil foto untuk Ban Seok. Keduanya melihat foto Shin young dan Ban Seok berkata bahwa Shin young terlihat lebih cantik di foto. Min JAe berkata, “Apa yang cantik?” Tapi Ban seok tidak terpengaruh dan ia hanya berkata, “Tunggulah 10 tahun lagi, maka kau akan memiliki selera.”
Ban Seok bangga dengan dirinya sendiri karena ia sudah memberikan no HPnya pada Shin Young, dan saat ia tanya pada Min jae apakah Shin young akan meneleponnya, Min Jae berkata Ban Seok harus telp Shin young duluan. Ban Seok ragu2, lalu Min Jae berkata, “maka matilah sebagai bujangan tua.” Ban Seok melihat foto Shin young, Ban Seok memujinya bukankah ia terlihat cantik di sini? Mendengar ini ekspresi Min Jae sedikit berubah, iya jawabnya, tapi Min Jae mulai terganggu.Paginya semua berjalan lancar di kantor, sampai senior Shin young, Myung Seok berkata, “Aku dengar kau menemui dukun.”
Shin Young mencoba tertawa, tapi reporter MBS itu adalah kawan lama Myung Seok maka Shin Young ketahuan bohongnya. Jika Shin young muncul di program TV saingan mereka, maka akan menjadi sangat memalukan. Shin young berharap Myung Seok membantunya menahan berita itu. Shin young dan rekannya hye Jin berdiskusi mungkin mereka bisa menawarkan satu dari cerita mereka sebagai pertukaran.
Myung seok setuju untuk membantu dan menelepon. Kemudian Myung Seok berkata MBS setuju untuk tidak menyiarkannya karena dia sudah menjelaskan bahwa Shin young sedang mengerjakan ceritanya tapi timnya terganggu.Shin young lalu harus menyelesaikan beritanya. Timnya sedang mencoba mewawancarai pelatih tinju dari peraih medali perak di Asian Games.
Tapi permintaan mereka ditolak. Shin young akhirnya pergi ke gym untuk membujuknya agar setuju. Pelatih itu berkata, jika Shin young bisa mengalahkannya di ring tinju, ia akan melakukannya.
Shin young tentu saja kalah, tapi ia tidak menyerah, ia janji akan datang lagi besok pagi. Di London, Ban Seok menelepon Shin young. Awalnya ia ragu2 akhirnya ia memeberanikan diri dans etelah berbicara, yang keluar adalah kata2 yang kaku dan formal. Ban Seok berkata ia hanya mengecek kondisi Shin young. Ban Seok juga berkata ia punya oleh2 untuk Shin young dan ingin bertemu saat ia pulang nanti.
Shin young sibuk pada hari kedatangan BanSeok. Shin young tidak enak dan menemui Ban Seok di airport. Shin young bertanya pada Bu ki apa Ban Seok suka padanya. Bu Ki berkata jangan terlalu skeptis, temui saja dia dan lihat apa yang terjadi.
Ketika keduanya bertemu, mereka sangat kaku dan canggung. Ban Seok bercerita mengenai seminarnya dan Shin young bergumam bahwa ia menyukai London, pasti menyenangkan kembali ke sana. Ban Seok berkata, Bersama? lalu ia sadar bukan itu maksud Shin young.
Shin young menurunkan BanSeok di RS, Ban Seok janji membalas kebaikan Shin young dengan ajakan makan malam. Ban Seok memberikan oleh2 dan mengingatkan Shin young agar minum obatnya.Ketiga sahabat itu berkumpul dan dengan penuh keingin tahuan yang besar mereka membuka kotak itu..yang isinya adalah coklat. Tanpa kartu.
Da Jung berkata bahwa ada sesuatu di dalam coklat..mungkin cincin. Bu ki setuju, pria yang tidak berpengalaman dalam berkencan cenderung melakukan hal seperti itu atas nama romantisme. Shin young memakan coklat dan merasakannya siapa tahu ada sesuatu. Kedua temannya mengikutinya. ketika mereka tidak menemukan apa2, mereka lalu mencarinya di coklat2 yang lain.
Tapi tidak ada cincin, hanya coklat.
Sekarang mereka bingung dan sedikit tersinggung. Hanya..itu ? Ban Seok menelepon dari London hanya untuk memberinya coklat ? Apa ia hanya ingin menghemat ongkos taksi?
Shin young mulai marah dan Da Jung membelanya, tidak mungkin ia bisa berkencan dengan pria seperti ini, yang tidak punya akal sehat. lalu Shin young harus mengajarinya berkencan, langkah demi langkah. Da Jung berkata bahwa wanita yang menikahinya akan punya waktu untuk itu.
Bu ki memerintah teman2nya untuk mengenakan baju olah raga, mereka akan lari. Mereka lebih baik olah raga untuk membakar semua coklat yang sudah masuk ke badan mereka. Lain kali, mereka sebaiknya menghancurkan saja permen itu daripada benar2 memakannya.
Shin young berkata dalam hati, “Ini adalah perasaan yang menginginkan pria setelah begitu lama dalam kesepian. Hanya wanita yang memiliki tas mewah dan pacar berbakat yang mungkin melemparkan berlian pada kami sekarang. Musim dingin berikutnya tidak akan dingin, karena ia akan datang. Aku melihat pada mantel tipisku yang kubeli untuk itu. Di musim dingin yang tampaknya tidak akan berakhir, aku Lee Shin young, berlari di tengah malam untuk melelehkan hatiku yang beku.”
Seperti yang dijanjikannya, Shin young kembali ke ring tinju untuk mewawancarai pelatih, ia melakukan ini terus menerus dan akhirnya berhasil. Pelatih itu menyerah dan membuat Shin young sukses dalam beritanya.
Shin young merayakan hari baiknya dengan shopping sepatu dan bersantai di sauna. Sayangnya, hari yang indah itu dirusak oleh tayangan program MBS mengenai 3 orang wanita berusia 34 th yang putus asa dan jatuh dalam penipuan paranormal.
Ban Seok bangga dengan dirinya karena berhasil mendekati Shin Young, tapi watu berlalu dan ia tidak mendapat respon. Ban Seok kesal dan berkata ia tidak akan pernah mengikuti nasihat Min Jae lagi. Min Jae berkata bahwa nasihatnya adalah untk menelepon Shin young dari London dan dalm waktu singkat, lalu tidak meneleponnya lagi saat di Korea.
Ini akan membuat Shin young penasaran dan akan kembali untuk berobat karena keingintahuannya. Min Jae berkata pendekatan Ban seok terlalu lemah, paling tidak Ban Seok seharusnya memberikan scarf dari disainer terkenal untuk Shin young.
Ban Seok berkata, wanita semuanya materialistis, maka ia menyerah. Ban seok berkata ia salah menilai Shin young.Min Jae melihat ini sebagai kesempatan. Ia berkata, “Bagaimana jika dia tidak seperti itu? Jika aku bisa membuatnya jatuh cinta padaku, apa yang akan kau lakukan?”
Ban seok tertawa, ia tidak menganggap Min Jae dengan serius. Min Jae mengajukan taruhan. Ban seok menerimanya, karena ini juga tidak terlalu buruk. Jika min Jae berhasil, maka Ban Seok akan berhutang budi padanya. Jika Min jae gagal, maka ia harus meninggalkan musik.
Min JAe sangat percaya diri, dan pertama2 Min Jae harus menyingkirkan Shin Young.

Di hari terakhir Shin Young mengajar, Min Jae datang terlambat dengan muka seperti sakit. Shin Young tanya apa Min Jae sakit, Min Jae menjawab dengan lemah bahwa meskipun ia sakit, ia harus datang pada hari terakhir. Saat Min Jae berbalik, ia tersenyum dengan menang.
Min Jae menggunakan concealer (penyamar noda) di bibirnya agar kelihatan pucat.Min Jae lalu membuat Shin Young semakin penasaran dengan meninggalkan kelas tanpa bicara dengannya. Min Jae hanya memberikan amplop polos dengan membungkuk. Saat Shin young membukanya, ia hanya menemukan fotonya.
Lebih mengejutkan lagi, Shin young juga melihat Min Jae di kantor UBN. Saat Min jae berjalan di lorong ke arah Shin young, Shin Young bersiap dan menunggu Min JAe mendekat dengan senyuman..tapi Min Jae hanya mengangguk sopan ke arah Shin Young dan berlalu di sampingnya.
Tapi saat Shin Young ngobrol dengan produser lain, ia melihat Min Jae berbicara dengan akrab dengan seorang wanita lain. Shin young agak terganggu. Shin Young segera menyudahi pembicaraannya dan menemui Min Jar, hanya orangnya sudah tidak ada. Shin Young tanya rekannya, apa Min Jae mencarinya dan ia kecewa saat mendengar bahwa Min Jae tidak mencarinya.Tapi perhatian Shin Young terpecah dengan masalah lain saat Myung Seok kembali dari tugas luar kota.
Dengan marah, Shin Young minta bertemu di studio kosong. Min Jae justru melihat mereka. Shin young tanya mengenai cerita mengenai dukun itu. Bukan saja Myung Seok bohong karena berkata bahwa ceritanya dihentikan, Myung Seok juga mengambil cerita yang ia tawarkan pada TV lain itu sebagai pengganti dan menggunakannya sendiri.
Myung Seok awalnya menyangkal dan pura2 tdk bersalah, tapi ia akhirnya berkata bahwa Shin Young adalah pecundang paling parah di UBN. Shin Young tetap saja bertahan, tidak mengacuhkan saat orang2 ingin ia mundur secara sukarela, masih single di usianya. Myung Seok mengusulkan agar Shin Young pergi saja. Kalau tidak, Myung Seok akan memastikan bahwa Shin Young akan merasa seperti di neraka dalam kantor ini.
Shin Young tidak terpengaruh ia berkata, “Aku sudah melakukan ini dan bertahan di sana selama 10 th, dan semakin kuat. Kau tidak akan bisa memecatku dengan begitu mudah.” Myung Seok mungkin berpolitik ke sana sini tapi Shin Young akan membuat program yang kuat yang akan sangat sukses sehingga orang tidak akan meremehkannya.
Shin Young lalu keluar dengan marah dan berderai air mata. Min Jae melihatnya dengan sedikit muram, ia merasa empati. Min Jae menunggu Shin Young di lobby dan menyusulnya saat ia keluar.
Tidak seperti sebelumnya ketika Min Jae berakting dingin, sekarang ia ramah pada Shin Young. Min Jae menjelaskan ia ke sini untuk bertemu produser, karena ia dan temannya akan menjadi sutradara musik untuk suatu program.Min Jae juga tanya, “Apa kau tahu ada rekaman dari penari balet Lee Cho hee yang sedang menyanyi?” Shin Young segera tertarik, rekaman dari penari terkenal yang sudah berusia lebih dari 1/2 abad? Itu patut dicatat.
Min Jae sebenarnya memberinya ide.Saat mereka minum kopi, Min Jae menjelaskan sebelum Lee Cho hee terkenal, ia rekaman di Jepang dengan nama samaran. Min Jae tahu ini karena presiden rekaman itu mengatakan padanya. Rekaman itu dimiliki oleh temannya.
Pikiran Shin Young berputar, bagaimana membuktikan bahwa rekaman itu otentik? Min Jae menyarankan untuk membandingkan rekaman itu dengan suaranya sekarang dengan bantuan analisis laboratorium fonetik. Akhirnya, mereka bersama mencari rekaman tua itu.
Shin young berkata ia bisa melakukannya sendiri, tapi Min Jae berkata ia juga terlalu senang membantu dan ada di dekat Shin Young, Min Jae berkata ia hebat dalam mendengarkan suara2, dan ia bisa merasakan bagaimana perasaan seseorang hanya dari nadanya.
Untuk mengujinya, Shin Young tanya bagaimana perasaannya sekarang. Min Jae senyum tapi tidak mau menjawab. Shin Young tanya mengapa, Min Jae nyengir, “Karena aku pikir kau menyukaiku.” Shin Young membalas, “Sepertinya kau berharap demikian.”Min JAe dan Shin young akhirnya menemukan rekaman lama itu dan membawanya ke lab untuk diuji.
Membandingkan aria-nya, ahli suara itu menyatakan bahwa ada 99% kemiripan suara dengan suara penari itu. Saat mereka break, Shin Young berterima kasih pada Min Jae untuk bantuannya dan janji akan mentraktir makan enak saat program-nya tayang. Min Jae janji akan mentraktir Shin Young kapan2 juga, karena ia baru mendapat gaji penulis lagu saja.
Saat Shin Young bangun untuk membayar, kasir berkata, “Pacarmu sudah membayarnya.” Bukannya meluruskan kesalah pahaman itu, Min Jae hanya senyum dan berkata agar Shin young membelikan sesuatu yang enak kapan2. (Min Jae juga berkedip pada kasir, ini rupanya rencana Min Jae juga agar Shin Young terkesan.)
Sang Woo menunggu Shin young di apartemennya, Da Jung mendengar keluh kesahnya. Shin Young langsung berubah wajahnya saat melihat Sang Woo, ia menegur temannya karena membiarkan Sang woo masuk. Shin Young minta Sang woo pergi, saat Sang woo bertahan, ia tidak mempedulikan Sang Woo.
Da Jung tanya foto di tas Shin Young. Shin Young tanya apa ia tahu penulis lagu independen Ha Min Jae, keduanya tahu. Bahkan Sang woo pernah melihat pertunjukan-nya. Shin Young berkata bahwa Min Jae yang mengambil foto itu. Sang Woo bukan saja tidak percaya pada Shin Young, tapi mendengar bahwa Shin Young yakin Min Jae menyukainya hanya membuat Shin young tampak menyedihkan.
Ini memicu kemarahan shin young, Shin young minta Sang woo pergi segera. Sang Woo tanya, tidak seharusnya Shin Young mengusirnya saat ia memohon seperti ini, Shin young membalas, “kalau begitu jangan memohon.”
Sang Woo tanya, “Dimana kau akan menemukan orang sebaik aku di usiamu sekarang ini?” dan menasihatinya agar Shin young bisa berpikir rasional karena ia tidak lagi berusia 20-an. Penyebutan usia ini membuat kedua wanita itu meradang dan mereka berkata bahwa zaman sudah berubah, dan mengancam wanita dengan usia mereka itu kuno.
Shin young bahkan berkata, “Aku bisa mengencani Ha Min Jae, bukannya pria tua seperti mu!” Sang Woo bertanya, “Mengapa Min Jae harus berkencan dengan tante2 sepertimu?”
Saat di gym, Ban Seok berharap Min Jae akan gagal dalam tantangan menaklukkan Shin Young. Sebaliknya Min Jae yakin ia sukses dan akan mengirim foto sebagai bukti nanti malam. Ban seok kaget. Apa ini berarti mereka benar2 berkencan? Min Jae hanya berkata agar Ban seok duduk saja dan menunggu fotonya.
Min Jae mampir di studio saat Shin Young menyiapkan untuk filmnya yang akan ditayangkan minggu depan. Mereka minum2 untuk merayakan kesuksesan programnya, ia mengundang Min Jae ikut.
Semua kru minum2, Min Jae berjuang untuk minum, Shin Young membantunya. Shin Young sedang senang, ia berkata akan minum untuk Min Jae dan minum birnya. Terus, dan terus minum. Shin Young lalu memegang kepalanya dan merasa pusing. Min Jae tanya apa Shin young baik2 saja, Shin Young minta air, ia berkata hanya akan membantu Min Jae.
Tapi ini sebenarnya juga akting, karena saat Min Jae berjalan menjauh, Shin Young langsung mengeluarkan cerminnya dan memakai lipgloss. hehe…Ketika Min Jae kembali, Shin Young akting mabuk lagi.
Ternyata ini disebabkan karena Shin young ingin membuktikan pada Sang woo, “Jika aku kencan dengan Ha Min Jae, jika aku membuatnya menyukaiku, apa kau akan pergi?” Sang woo yakin itu tidak akan terjadi maka ia menjawab, “Baik.”
Seperti Min Jae mengajukan tantangan pada Ban Seok, shin Young juga menantang Sang Woo. Sekarang Ban Seok duduk dengan gelisah menunggu kiriman foto, dan Sang woo menunggu di depan apartemen Shin Young, apa benar Shin young akan diantar pulang oleh Min Jae malam ini.

Di Bar, semua menarik Min Jae dan Shin Young ke lantai dansa, dan Min jae mengeluarkan HP-nya dan mengambil foto mereka berdua saat berdansa. Sebenarnya mereka foto bersama semua teman2 Shin Young, tapi Shin Young pura2 pusing dan melemparkan dirinya tepat ke pelukan Min Jae, yang langsung mengambil foto mereka berdua :) Shin Young mendesah bahwa ia merasa tidak enak badan dan Min Jae tanya apa Shin Young mau ia antar pulang.
credit to: kadorama-recaps.blogspot.com

sinopsis still marry me episode 3

Stres membuat otot2 wajah Shin Young menegang, dan rahangnya semakin terpuntir (nama resminya, Bell’s palsy, kelumpuhan urat), maka Shin Young terpaksa cuti kerja satu minggu. Shin young mencoba mencari penyembuhan dari rumah sakit ala Cina, dan ia minta dokter terbaik, maka Shin Young mendapatkan Na Ban Seok. Kim Bu Ki bahkan sempat mengabadikan wajah Shin Young yang terpuntir dengan kamera.
Untuk pulih total mungkin akan memakan waktu 3 bulan dan Ban Seok mulai dengan akupunturnya. Ban Seok mengingatkan Shin Young bahwa faktor penting dari kesehatan adalah bebas stres dan relaks.
Shin Young berbaring di tempat tidur dengan jarum di seluruh wajahnya saat telp-nya bunyi. Sayangnya, dia hanya bisa menggumam dan kata2nya tidak jelas, maka Min Jae merasa tersinggung ketika Shin Young menutup telpnya. Shin young mengirim sms pada Min JAe, tapi Min JAe lebih kesal lagi saat Shin young minta Min Jae menulis apa yang ia tanyakan.Kesal, Min Jae menelp kembali, dan jawabannya tetap tidak jelas, Min Jae mengira Shin Young mabuk.

Ban Seok berkata agar Shin young tidak bicara selama perawatan dan ia memutuskan telp Shin Young.Min JAe langsung menuju ke kantor Shin Young di UBN Studio. Salah seorang karyawan wanita mengenali Min JAe dan berkata bahwa ia adalah fans. teman2 Shin young ingin tahu mengapa pria muda dan keren ini mencari Shin young dan mereka mengatakan bahwa Shin young cuti karena kelumpuhan wajah.
Da Jung yang berniat untuk menikah dalam 1 tahun, mencari mak comblang yang memiliki banyak calon tapi berkata bahwa Da Jung hanya memiliki sedikit kesempatan karena usianya. Da Jung juga terbuka untuk diperiksa secara fisik, sampai wanita itu berkata bahwa pria itu ingin Da Jung mengunjungi ahli ginekologi untuk diperiksa apakah ia pernah hamil atau keguguran. Da Jung merasa tersinggung dan pergi keluar. Kemudian, ia ditolak oleh sebuah biro jodoh karena mereka tidak memiliki pria yang sesuai dengan persyaratannya.
Merasa sedih, Da Jung berjalan di sepanjang jembatan dan berteriak ke arah air, “Maaf karena sukses! Maaf karena berpenghasilan besar, kau brengsek!” Akibatnya, sebuah mobil patroli polisi menepi, dan mereka khawatir Da Jung akan melompat. Kaget, Da Jung melarikan diri.Shin Young merasa lebih baik hari ini, ia bisa berkata dengan lebih jelas. Shin young tetapberada di tempat tidurnya dan menolak melakukan apa2, Bu Ki heran mengapa Shin young begitu murung, Apa yang kau takutkan? shin young menjawab, “Segalanya.”
Bu Ki berkata setiap orang memiliki masa2 sukar, tapi akhirnya kesempatan2 lebih baik akan datang. Shin young menghela nafas, “Aku sekarang capai menghabiskan energi dengan tidak berguna.” Shin young menyesal kehilangan kesempatan untuk menikah, dan saat waktu berlalu ia juga kehilangan kepercayaan diri.
Bu Ki merespon, “Kehilangan kesempatan menikah berarti kau kehilangan kesempatan untuk bercerai, maka itu tidak buruk sama sekali. Dan kau dapat selalu mendapatkan kepercayaan dirimu kembali. Itu simpel.” (Bu ki ini ada miripnya dg aku ..terutama karakter pragmatisnya hahaha..) Setelah merasa tidak bersemangat, Da Jung pergi ke spa untuk mendapatkan perawatan wajah, terlihat lebih muda menurutnya akan lebih baik untuk menarik perhatian pria. Da Jung tanya pendapat Bu Ki apa efeknya, Bu Ki menjawab dengan ringan, “Wajahmu terlihat merah untukku.” (see? aku mungkin akan merespon hal yg sama hihi..)
Sambil minum2 di pojangmacha, Bu Ki heran mengapa Da Jung begitu sangat ingin menikah. Setiap orang bisa menikah hanya jika kau menurunkan sedikit saja standarmu, maka pernikahan itu sendiri bukan sesuatu yang spesial, tapi tidak setiap orang akan mendapat sukses secara profesional. Tapi Da Jung berkata, “Aku pikir aku cukup sukses.” Pria menghindarinya karena mereka merasa terintimidasi oleh wanita yang sukses dan mandiri dan berpenghasilan besar.
Da Jung ingin menikah saat ia masih bisa memiliki anak, sebelum ia terlalu tua untuk menjadi ibu bagi anak2nya. Da Jung meminta Bu Ki mengenalkan dirinya pada beberapa pria, ia memuji2 Bu Ki agar Bu Ki setuju.Min Jae dan Ban Seok bertemu di gym, dan Ban Seok ingin membimbing Min JAe agar ia menjadi lebih bertanggung jawab dan tidak menjadi anak yang bermasalah. Ban Seok 10 tahun lebih tua dari Min JAe.

Karena memikirkan Shin Young, Min Jae tanya apa Ban Seok pernah mendengar istilah kelumpuhan wajah. Ban Seok menjelaskan bahwa itu sering disebabkan oleh stres, apalagi jika orangnya sensitif. Min Jae berpikir, Tapi ia tidak terlihat sensitif. Ban seok mengoreksi, kau tidak bisa menentukan seseorang dari penampilan luarnya. Seseorang bisa saja berhati lembut dan sensitif di dalamnya.
Ini membuat Min JAe berhenti dan berpikir mengenai Shin Young. Ia jelas2 terganggu karena Shin young hanya ia belum begitu mengenal Shin young.
Bu Ki menepati janjinya dan mengatur agar Da Jung bisa berkencan. Ia merancang beberapa pertemuan. Tapi hampir semuanya gagal karena Da Jung terlalu memilih. setelah semuanya gagal, Bu Ki mencoba lagi. tapi selalu ada saja yang kurang. Pria pertama botak (oh no this guy reminded me of my ex-boss’ son!), pria kedua, dari keluarga yang religius, dan yang ketiga 10 cm lebih pendek dari Da Jung.
Shin Young sedang diterapi lagi oleh Ban seok, dan pulih dengan cepat. Shin Young sangat senang karena ia bisa kerja kembali, shin Young tanya apa ia bisa tidak perlu datang tiap hari untuk terapi. Ban seok justru ingin tahu mengapa Shin young tidak mau datang tiap hari, ia mendorong Shin Young untuk terapi tiap hari.
Ketika Shin Young kembali ke kantor, ia menghadapi kenyaatan yang pahit. Timnya terancam pecah. Beberapa anggota timnya setuju untuk bergabung dengan tim lain yang lebih baik. Sekarang Shin young akan terancam tidak memiliki staf.
Dengan wajah muram, Shin Young berkata pada tim-nya, Ia mengerti apa yang mereka pikirkan, bahwa ia seharusnya merelakan saja dan meninggalkan UBN sekarang (memberi kesempatan pada yang lain). Sebagai wanita single, ia tidak punya keluarga atau suami untuk mendukungnya seperti mereka. Shin Young menyatakan bahwa ya, ia mungkin akan meninggalkan UBN, tapi tidak sekarang. Jika ia pergi, ia tidak akan bisa naik lebih tinggi daripada posisi menengah seperti ini.
Kesempatan-nya untuk menikah sudah tidak ada, ditambah mantan pacarnya menikah hari ini, Shin Young tidak ingin tenggelam lebih dalam lagi. Ini adalah tim perencanaan-nya dan jika raing mereka rendah dan ia gagal, ia akan berhenti. Maka untuk saat ini, mereka tetap tinggal.Shin young salah dengan satu hal, di gedung pernikahan,
Sang Woo duduk di tengah meja2 kosong dan melihat foto mereka bersama. Ia berpikir, “Shin young. Sebenarnya, aku membatalkan pernikahan. Aku sadar orang yang benar2 kucintai hanya kau. Apa kau mau memaafkan aku?” Sang woo ingin menelp Shin young tapi tidak jadi.
Teman kerja Shin Young berkata bahwa Ha Min Jae pernah datang dan menanyakan dirinya. Mereka terpesona dengan Min Jae dan menyarankan agar Min Jae tampil dalam program musik mereka. Shin young tidak terlalu tertarik dan berkata bahwa Min JAe itu bertemperamen jelek, dan ia tidak bisa mengerti apa yang dilihat orang dari anak yang kasar itu.
Hanya Shin Young yang berpikir seperti itu, Di kampus, sekelompok gadis pelajar berbisik2 dan menunggunya. Salah seorang memberinya buket bunga dan janji untuk datang ke shownya. Min JAe tidak sepenuhnya kasar, dengan santai ia berkata pada gadis2 itu agar mereka pergi sekolah dan bukannya mencarinya seperti ini.
Min Jae masuk ke kelasnya dengan terlambat.
Mengganggu kuliah Shin Young dan meletakkan buket bunga itu di mejanya. seluruh kelas langsung bereaksi, oooohhh. Min Jae berkata, “Maaf karena meneleponmu seperti itu saat itu.” Shin young bingung mengapa Min Jae minta maaf padanya. Min JAe mendekat dan berbisik seolah2 berbagi rahasia, ia berbisik ia ingin menemuinya sekarang setelah Shin young kembali normal. Hal ini jelas membuat kelas semakin gaduh.
Min JAe kemudian duduk dan berkata pada Shin young, “Aku tidak mengatakan pada yang lainnya mengenai itu.” Lagi, kelakuannya membuat seluruh kelas kacau.
Shin young membawa mahasiswa di kelasnya mengunjungi studio UBN dan Min JAe tersenyum sendiri, ia senang melihat Shin young berada di dunianya. Min Jae benar2 tidak merasa rendah diri. Saat Shin young tanya siapa yang mau mencoba duduk di kursi penyiar, ia tanya siapa mahasiswa yang paling menonjol. Min Jae menggoda, “Kau tidak seharusnya berkata begitu mengarah padaku.” Min jae mulai maju ke depan, tapi Shin young menunjuk mahasiswa lain. Ha ha
Salah seorang PD (sutradara) minta waktu berbicara dengan Min Jae, Shin young mengijinkannya. Sutradara itu minta agar Min Jae mau tampil dalam program yang ia kerjakan. Min JAe menolak dan berkata ia tidak tertarik tampil di TV. Sutradara itu tanya apa Min JAe bisa menggunakan YouTube. Min JAe berkata ia ada kelas sekarang jadi ia akan memikirkan-nya lagi nanti.
Shin young melihat dari jauh, ia mulai menyadari bahwa Min JAe menarik banyak perhatian. Sepertinya ia meremehkan Min JAe.
Kemudian, Shin Young mencari info mengenai Min JAe secara online dan ia mengaku pada teman kerjanya (fans berat Min JAe) bahwa Min JAe adalah artis yang terkenal dalam lingkaran musik indie. Shin young tidak tahu bahwa Min JAe juga menulis semua lagunya sendiri.Melihat Shin Young tertarik, temannya langsung mengajaknya ke salah satu konser Min JAe. Awalnya Shin Young menolaknya.
Tapi ia akhirnya mau juga diseret ke klub. Di dalam klub, ia menyaksikan dengan tidak terlalu bersemangat sampai Min Jae muncul dan menarik perhatiannya. Lagu barunya berjudul, “Wanita yang memutuskan senar gitarku” Min JAe menjelaskan bahwa ini berdasar pada kisah nyata dalam hidupnya. Ia sedang mengerjakan lagu yang cukup bagus saat wanita aneh ini datang dan memotong senar gitarnya.
liriknya,
Jika bukan karena kau, aku sudah melakukannya
Jika bukan karena kau, aku sudah bersinar terang
Saat ini benar
Saat ini semua selesai
Aku senang, semuanya baik
Aku tersenyum sampai kau datang
Aku senang, semuanya baik
Aku tersenyum sampai kau datang
Seperti dalam mimpi, dia memotong senar gitarku dan pergi
Bagaimana ia bisa melakukan ini padaku?
Jangan lakukan ini.
Apa semua punya alasannya?
Mengapa ia memotong senar gitarku?
Dia muncul dalam mimpiku
“Aku melakukan ini untukmu”Aku sudah mendapat banyak kesedihan
Aku sudah jatuh begitu dalam
Jangan memotong senar gitarku dan pergi lagi.
Bahkan jika kau tidak melakukannya
Aku sudah cukup terluka
Jangan memotong senar gitarku dan pergi lagi.
Jika kau punya terlalu banyak,
kau tidak akan tahu apa yang penting
Kau tidak akan menunggu untuk cinta,
Aku melakukan ini untukmu
Aku sudah mendapat banyak kesedihan
Aku sudah jatuh begitu dalam
Jangan memotong senar gitarku dan pergi lagi
Bahkan jika kau tidak melakukannya
Aku sudah cukup terluka
Jangan memotong senar gitarku dan pergi lagi
Bahkan jika kau tidak melakukannya
Aku terlalu rendah
Jangan memotong senar gitarku dan pergi lagi.Shin Young cukup terkesan dan ia mengakui bahwa Min JAe cukup berbakat. Tapi Shin young belum siap mengakuinya, ia menggerutu dan tanya pada temannya, “Apa bagusnya lagu ini?”
Shin young pergi, tapi sesuatu membuatnya berubah pikiran. Saat Min Jae meninggalkan klub, Shin young menunggunya di luar. Min Jae terkejut tapi kembali ke gayanya yang cuek, “Bukankah tadi itu keren?”Shin young membuat alasan lemah bahwa ia hanya lewat, Ia berkomentar, “Sepertinya kau menulis lagu itu karena aku.” Min Jae tanya, “Apa kau menungguku selama ini untuk membelikanku kopi?” Min Jae tidak menghiraukan penolakan Shin Young, dan mengajaknya pergi.
Shin Young bekata Min JAe seharusnya berterima kasih karena ia memberinya inspirasi. Shin young tidak bisa menahan rasa ingin tahunya, apa Min jae menulis lirik itu saat itu, atau kemudian? Min JAe tanya, apa kau ingin tahu karena kau seorang reporter? Atau kau tertarik padaku?
Min Jae sangat menikmati suasana ini, dan akhirnya Min Jae berkata ya ia menulis lirik lagunya karena pertemuan mereka, tapi ia menggunakan kata2 senar gitar dan bukannya kabel gitar spt aslinya, karena itu lebih dapat dimengerti.
Shin young tanya mengapa Min JAe lama sekali menjawabnya, Min JAe menjawab, “Dengan cara ini, aku bisa melihat wajahmu lebih lama.” Shin Young membalas, “Mau menulis lagu berjudul : Wanita yang menyiramkan kopi ke mukaku?” Min Jae menantangnya, coba saja, aku akan memberikan ciuman hangat padamu. Shin Young menyipitkan matanya. Min JAe mendesak Shin young untuk melakukannya, ia menunggunya. Tapi saat Shin Young mengarahkan cangkir kopi ke arah Min JAe, ternyata kosong.
Shin Young berdiri dan pergi ia mendesah, “Salahku sudah menanyakan pertanyaan serius.” Ia minta Min JAe menutup mulut dan jangan masuk ke kelasnya lagi seperti yang sudah dijanjikan Min JAe.
Kemudian, Bu Ki mengundang Shin Young dan Da Jung pada pembukaan restaurant. Keduanya segera berbaur dengan para tamu, Da Jung tetap mencari calon suami dan bahkan ia berbohong mengenai usianya sampai ada yang mengenalnya.
Shin young dan Da Jung pergi lebih awal dan mereka mencari makanan kecil favorit mereka, keduanya berpisah dan janji akan ketemu di apartemen. Dalam perjalanan ke rumah, Shin young melihat Sang Woo menunggunya. Shin young tidak senang melihatnya, terlebih saat Sang Woo mengaku bahwa ia membatalkan pernikahannya. Sang woo berkeras agar Shin young hadir dengan tujuan agar Shin young menyaksikannya sendiri bahwa pernikahannya dibatalkan.Shin young : “Apa yang akan berubah jika aku melihatnya?”
Sang Woo : “Maafkan aku dan biarkan aku kembali.”
Shin Young : “Apa kau pikir kau bisa meninggalkanku kalau kau mau, kemudian kembali dalam pelukanku?”
Sang Woo : “Apa kau tahu kesalahan terbesar dalam hidupku? Marah saat kau pergi ke LN. Berpikir bahwa kau tidak mencintaiku.”
Shin Young : “Apa kau tahu kesalah terbesar dalam hidupku? Mencintai pria seperti dirimu. salah mengiramu sebagai belahan jiwaku.”
Sang Woo : “Aku akan memperlihatkan padamu itu bukan kesalahan. Beri aku kesempatan lagi.”
Shin Young : “Aku punya pacar yang ingin kunikahi.”
Sang Woo : “Putuskan. Aku melakukannya.”
Shin young menendang Sang Woo. “Bahkan jika aku harus tetap single selamanya, aku tidak akan kembali padamu!” Sang Woo berkeras dan berkata ia tahu Shin young tidak berkencan pada siapapun dan ia berjanji, “Aku akan menunggu. Aku akan menunggu selamanya.”Sampai rumah, Shin young sangat kesal dan ia minum2. Bagaimana ia bisa kembali padanya padahal Sang woo sudah menghancurkan hatinya?
Da Jung minta Shin Young tenang dan kembali pada Sang Woo. Ini justru membuat Shin Young bertambah kesal. Bagi Da Jung yang terobsesi dengan pernikahan lebih baik kembali pada Sang Woo. Shin young benar2 tidak dapat menerimanya dan ini membuat wajahnya kambuh lagi.
Ia harus mendapatkan perawatan akupuntur. Padahal Shin Young sudah berhenti terapi.
Na BanSeok ternyata merindukan Shin young. Ia sedikit depresi karena Shin young berhenti terapi, ia sebenarnya tidak ingin berkencan dengan pasiennya. Ketika Shin young janji akan datang tiap hari sampai ia sembuh, BanSeok mulai ceria.
Ban seok terus berpikir mengenai Shin Young dan ia berpikir, “Aku merasa aneh. Aku merasa menyukai pasien, Aku pasti sudah gila.” Min JAe tidak merasa itu masalah. Apa ia cantik? Apa ia juga tertarik? Apa ia sedang kosong?
Ban seok menjawab, ia cantik, ia tidak terlihat tidak menyukainya, dan ia tidak tahu statusnya. Tapi, Ban seok merasa ia tidak boleh merasa seperti ini pada seorang pasien. Ia harus menghilangkan perasaannya. Min Jae berkata ini omong kosong. Alsan mengapa Min JAe belum punya pacar karena ia terlalu kuno.
Ban seok menghela nafas, “Kapanpun aku melihatnya, aku merasa bersemangat dan senang. Tanganku gemetar saat aku menusukkan jarum.” Min Jae bergurau jika tangan Ban Seok gemetar saat memberinya terapi, ia bisa salah dan mungkin akan memberinya kelumpuhan wajah. Ban seok menjawab sebenarnya itulah alasan mengapa ia datang kepadanya.
Min Jae merasa ini kebetulan yang lucu, Min Jae berkata, “Bukan Lee Shin Young kan?” Ban seok tanya, ia kaget, “Bagaimana kau tahu?”Da Jung menyeret Shin Young pergi menemui peramal. Ia ingin tahu mengapa mereka belum juga menikah. Shin young tetap merasa skeptis.Dukun itu berkata mereka perlu pengusir setan, Shin youung tambah tidak percaya lagi. Tapi Da jung menelannya bulat2. Ia mau saja melakukan semua yang dikatakannya.
Bu Ki dan Shin Young susah untuk dibujuk tapi mereka akhirnya ikut juga demi Da Jung. semua berpakaian merah sesuai instruksi dukun. Mereka menyiapkan cerita untuk menutupi keberadaan mereka di sini. Shin young didini untuk meliput berita, sedang Bu Ki untuk survey lokasi.
Da Jung ikut dengan senang hati. Dukun itu mengomel dan berkata karena mereka tidak percaya maka mereka tidak bisa menikah. Lalu, Shin Yung dan Bu Ki minggir agar Da Jung bisa menyelesaikannya. Tapi dukun itu berkata, ia sudah kehilangan perasaannya. Ia menyalahkan Shin young dan Buki dan menyelinap pergi. Sementara Da Jung mohon agar kedua temannya mengikuti semuanya.
Dan kemudian mereka dikelilingi oleh reporter yang sudah mengikuti mereka. Kamera diarahkan ke wajah mereka dan para reporter itu tanya mengenai taktik dukun itu.Ketiganya menutupi wajah mereka dengan panik dan mencoba lari, mereka semua adalah publik figur yang dikenal. Jadi mereka mencoba lari dengan susah payah dari para reporter itu.

still mary me news

Judul Asli: Ajikdo Gyeolhonhago Shipeun Yeoja
English Title: Still, Marry Me/ City Lovers
Genre: Romance
Episode: 16
Produksi: MBC
Masa Tayang: 20 Januari 2010 – 11 Maret 2010
Sutradara: Kim Min Shik dan Lee Sang Yeob
Naskah: Kim In Young


Sinopsis:
Shin Young tidak pernah menemukan keberhasilan dalam soal cinta setelah putus dari tunangannya demi kemajuan karirnya. Ketika pacar terbarunya melamarnya, dia dengan senang menerima – tapi tidak lama setelahnya, Shin Young mendapati pria itu sudah bersama wanita lain. Dia sudah menyerah dalam urusan percintaan tapi tiba2 saja dia melihat wanita lain berteriak pada mantan pacarnya karena sudah mencampakkannya. Namanya Jung Da Jung, yang merupakan interpreter terkenal tapi naïf dan tidak pandai dalam urusan cinta.

Ketika keduanya menyadari kalau mereka adalah teman satu SMA, mereka jadi akrab. Mereka juga dikelilingi oleh teman baik Shin Young, Boo Ki, yang seorang konsultan restoran tapi sangat sinis soal cinta. Dengan tambahan Min Jae, yang seorang musisi menawan dan keras kepala, serta Na Ban Suk, yang seorang dokter, kehidupan ketiga wanita ini menjadi ceria lagi. Mereka bertiga akan saling memerlukan satu sama lain untuk saling mendukung percintaan usia 30an mereka yang penuh dengan kelucuan.

The Casts of Still Marry Me:
Park Jin Hee as Lee Shin Young
Uhm Ji Won as Jung Da Jung
Wang Bit Na as Kim Boo Ki

Kim Bum as Ha Min Jae
Choi Chul Ho as Na Ban Suk
Lee Pil Mo as Yoon Sang Woo

Park Ji Young as Choi Sang Mi
Kim Yong Hee as Choi Myung Suk
Ahn Hye Kyung as Jang Hye Jin
Park Hyo Joon as Hee Dong
Jun Se Hong as Jun Se Ri
Jung Won Joong as Sutradara Buk

Chun Woo Hee as Junior-nya Shin Young
Baek Il Sub as Ayah Ban Suk
Jung Soo Young as Teman kuliah Sang Woo
Jo Han Sun as Mantan tunangan Shin Young
Min Ah Ryung as Pacar mantan tunangan
Im Chang Jung as Jerry Oh
Danny Ahn as Mantan Pacar Boo Ki

Park Chul Min as psychic
Kim Sung Hoon as penjahat
Kim Min Shik as Sutradara Kim Min Shik
Gook Ji Yun as Se Na
Chae Gun
Komentar:
Terus terang, setelah baca sinopsisnya di kadorama-recaps, aku merasa kalau drama ini cukup menghibur. Apalagi, ada Kim Bum. Jadi, setidaknya Still Marry Me bisa mengobati rasa kangen para fans Kim Bum!
Source: dramabeans, dramawiki, dramafever

sinopsis still mary me episode 1-2

Adegan dibuka dengan makan malam romantis, pacar Lee Shin Young (Park Jin Hee) menyiapkan makan malam spesial, ia mengaluarkan boks perhiasan dan ia memberikan cincin berlian dan melamar Shin Young. Biarpun mereka baru saja berkencan selama 3 bulan, pria itu berkata ia langsung merasa cocok dengan Shin Young dan ia merasa ia ditakdirkan bertemu Shin Young.
Shin Young sangat bahagia dan menerimanya, tapi ia minta maaf karena ia tidak bisa meneruskan makan malam ini karena harus kembali bekerja. Tapi pria itu mengerti dan berkata dedikasi Shin Young pada pekerjaannya sangat menarik baginya. Pria itu mengantar Shin Young ke kantornya dan memberikan ciuman sampai jumpa. (sound perfect heh..?, wait..)
Di kantornya, Shin Young memamerkan cincinnya pada rekan2nya, yang segera memberi selamat padanya. Mereka pikir Shin young akan jadi perawan tua, tapi ia benar2 beruntung karena ia mampu mendapatkan pria baik di usianya.
Ada berita yang harus diliput, kebakaran di sebuat hotel. Shin young dan kameraman-nya harus pergi meliput. sampai di lokasi, terdengar suara minta tolong seorang wanita dari jendela, masih ada pasangan dalam sebuah kamar. Ketika Shin young melihat ke atas, matanya terbelalak karena terkejut. Dalam kamar hotel yang terbakar itu, ada wanita dengan busana minim bersama..tunangannya!
Saat itu, pria tunangan Shin young itu merengek dan menangis ketakutan saat ia dan wanita itu harus melompat ke jaring penyelamat. Shin Young langsung mengarahkan kamera dan mike kepada tunangannya dan tanya bagaimana perasaannya. Pria itu senang dengan perhatian pers dan kesempatan masuk TV sampai…ia melihat siapa reporternya.
Shin Young benar2 tidak mengerti mengapa pria itu melamarnya malam ini, dengan cincin berlian kualitas tinggi lagi, jika memang ia berniat pergi ke hotel bersama wanita lain. Shin Young tetap tidak mengerti. Kim Bu Ki (Wang Bit Na), teman baiknya berkata pertanyaan yang dipikirkan tunangan Shin Young adalah mengapa Shin Young harus muncul di hotel itu dan di malam itu.Shin Young tetap tidak mengerti sampai ia mendengar sendiri dari mulut tunangannya. Ia pergi ke apartemen pacarnya.
Kim Bu Ki tidak setuju dengan rencana Shin Young, tapi Shin Young tetap pergi. ternyata sudah ada yang mendahului Shin Young. Seorang wanita melemparkan sesuatu ke jendela, menghancurkan-nya, dan meneriakkan nama mantan pacar Shin Young. Wanita itu ingin tahu mengapa pria itu mencampakkannya. Maka Bu Ki berkata dengan dingin, “Kau harus melakukan urusanmu setelah wanita itu pergi.”
Tiba-tiba, wanita itu disiram air, seorang bibi yang kesal menyiramkan seember air dan berkata dengan marah kalau pria itu sudah pindah. (jadi inget iklan Hexos hehe)Shin Young tidak melanjutkan lagi, ia kembali ke rumah. Di rumah ia mendapatkan sebuah undangan nikah yang membuat Shin young ingat masa lalunya. Undangan itu dari mantan pacarnya, Yoon Sang Woo (Lee Pil Mo) yang sudah berkencan dengan Shin Young selama 5 tahun.
Bahkan Sang Woo sudah siap untuk menikah dengan Shin Young, tapi shin Young sedang membangun karirnya dan ingin pergi ke Amerika untuk 2 tahun. Shin Young menunda menikah dengan Sang Woo, tapi Sang Woo merasa Shin Young tidak niat menikah dan akhirnya memutuskannya.Selama 2 tahun di Amerika, Shin Young selalu menulis surat pada Sang woo dan berkata betapa ia mencintai Sang Woo. saat Shin Young kembali ke Korea, Sang Woo sudah pindah dan pergi dengan kata2 dingin.
Yang lebih mengesalkan lagi, Shin Young mendapatkan kunjungan tamu tak diundang, wanita yang berkencan dengan mantan tunangannya malam itu. Gadis itu menemui Shin Young dan berkata bahwa pria itu lebih menyukainya daripada Shin Young dan menurut pria itu, Shin Young membebaninya. Kemudian gadis itu dengan berani minta cincin berlian Shin Young kembali.
Ketika ia keluar untuk meliput berita politik, Shin Young melihat seorang penerjemah dan ia merasa familiar dengan wajah wanita itu. Ia ingat, itu wanita yang berteriak diluar apartemen pacarnya. dan yang ternyata juga adalah alumni dari SMU yang sama dengan Shin Young. Wanita itu, Jung Da Jung (Eom Ji Won) mendekati Shin Young dan berbicara dengannya dengan nada akrab. Shin Young tidak ingat ia waktu di sekolah dulu tapi Da Jung berkata mereka sekelas.
Mereka akhirnya pergi minum bersama dan berbicara masa2 sekolah. Ketika Shin Young menyinggung ia mengenali Da Jung dari insiden di apartemen, Da Jung merasa malu dan mulai minum2.
Tiba2 Da Jung merasa kesakitan dan ia berkeras agar Shin Young membawanya ke ruang gawat darurat.. Shin Young mengantar Da Jung ke RS dan ternyata Da Jung hanya mencoba untuk bertemu dengan mantan pacarnya yang adalah seorang dokter di RS ini.
Shin Young mendesak Da Jung agar tidak melakukannya, dan Da Jung tidak menghiraukan Shin Young. Shin Young akhirnya menarik ranjang Da Jung dan mendorongnya keluar.
Ketiga wanita itu berkumpul di apartemen Shin Young untuk membicarakan masalah itu. Da Jung terlalu gugup untuk menelepon mantannya, maka kedua wanita yang lain mengurus hal ini. Shin Young bicara dengan mantan pacar Da Jung di telp, ia mengenalkan dirinya sebagai teman yang ingin menanyakan sesuatu atas nama Da Jung.
Mereka ke RS lagi, di RS Da Jung dan Bu Ki menunggui Shin Young dan juga melihatnya, saat shin young bicara dengan dokter itu. Shin Young kembali dan menemui kedua temannya, ia berkata dokter itu berkata meskipun mereka bahagia saat berkencan, satu hari saatpria itu sakit dan Da Jung membawakan makanan untuknya, ia tiba2 merasa terbeban. Pria itu berhenti membalas telp Da Jung dan berharap Da Jung mengerti maksudnya, tapi Da Jung tidak mengerti.
Bu Ki berkata, pria yang akan memutuskan Da Jung karena alasan itu, akan memutuskannya juga pada akhirnya, maka Da Jung terhitung beruntung. (oh..ini persis buku He’s just not that into you haha..6 kata ajaib )Setelah minum2 beberapa saat di rumah Shin Young, Da Jung mabuk dan tersandung ketika akan pulang, ia berkata ia baik2 saja.
Tapi beberapa saat kemudian, Da Jung menelepon Shin Young dengan panik, dan ketika Shin Young menemukannya, Da Jung terjebak dengan wajah setengah menempel di semen basah. Da jung berpikir ia sudah sampai rumah dan sudah tidur di atas tempat tidurnya. Lalu ia sadar ia terjebak.
Tidak ada jalan lain, Shin Young memotong rambut Da Jung dan membantunya bebas.Keesokan harinya, Shin Young pergi ke suatu universitas untuk mengambil gambar, setelah itu ia punya jadwal interview. Tapi mereka tidak bisa, karena seseorang memainkan gitar elektrik dengan nyaring di dalam gedung, ini sangat mengganggu. Shin Young masuk ke dalam dan minta pemainnya untuk menghentikan permainan-nya dan memberinya 10 menit saja suasana hening.
Mahasiswa itu (Min Jae) tidak menghiraukan Shin Young biarpun Shin Young mencoba mengajukan permintaan dengan sopan, Sikap mahasiswa itu menghabiskan kesabaran Shin Young dan ia juga harus mengejar waktu.
Maka Shin Young keluar, mencari pemotong kabel, dan memutuskan-nya dari amplifier. Min JAe marah besar, dan ia mengejar Shin Young keluar, seorang pejalan kaki yang ramah menunjukkan arah lari Shin young. Yang Min Jae tidak ketahui, orang itu adalah kameraman Shin Young, maka setelah menyingkirkan Min Jae, mereka dapat meneruskan liputan mereka. (hihi..seneng lihat muka Kim Bum yg marah..kaya Junpyo) Kemudian setelah itu, Shin Young mengalami beberapa kesialan lagi, pertama, mobilnya dibobol orang dan tasnya dicuri. Itu berisi semua hasil kerjanya dan juga cincin pertunangan yang akan ia kembalikan pada mantannya.
Kedua, Shin Young di pindah tugaskan ke tim lain di stasiun itu. Bossnya memindahkan Shin Young ke dept perencanaan dan berkata agar ia mengeluarkan beberapa ide untuk program yang bagus untuk masyarakat, kebudayaan, dan ekonomi. Ini tidak membuat Shin Young senang karena ia sudah menunggu lama untuk melakukan hal yang lebih besar, tapi keputusan bossnya tidak bisa diubah.Lalu, mantan pacarnya Sang Woo, ingin bertemu dengannya saat ia masih di tempat kerja. Shin Young sedang berada di tengah lokasi syuting drama sageuk/historis. Shin Young sangat ingin bertemu Sang woo, ia sedikit merapikan wajahnya sebelum keluar menemui Sang Woo. Tapi Sang Woo hanya memberikan undangan padanya. (ngga ckp ya sudah ngirim lewat pos..).
Sang Woo ingin meyakinkan diri bahwa Shin Young akan datang. Shin Young sama sekali tidak berniat datang sebenarnya. Sang Woo mendesak Shin Young untuk datang, akhirnya Shin Young marah dan ia mengambil pedang dari seorang aktor di dekatnya dan mengayunkan dengan marah ke arah Sang Woo. Sang woo lari terbirit2.
Min Jae menemui Na Ban Seok (Choi Chul Ho) kakak kelasnya yang dokter. Pergelangan kaki Min JAe terkilir akibat mengejar Shin Young, Ban seok mengobati kakinya. Mereka membahas kehidupan cinta Ban Seok. Kencan terakhirnya tidak berjalan dengan mulus, padahal ia sudah menuruti semua nasihat Min JAe. Ban seok tidak ingin bertemu wanita yang hanya memilih pria berdasar keinginan wanita itu, Ban seok selalu tidak beruntung dalam percintaan, sedang Min Jae tidak pernah mengalami kesulitan.
Ketiga sahabat wanita itu pergi makan malam bersama, Da Jung sekarang sudah memotong rambutnya dan juga mengubah perilakunya. Ia memutuskan akan menikah tahun ini dan ia menentukan kriteria pria calon suaminya, sbb : memiliki pekerjaan bagus, berotak, sayang keluarga, uang banyak, dan keren (wuihh..)
Shin Young berkata pria seperti itu semua mencari wanita yang lebih muda, dan Bu Ki memperingatkan, “Jika kau hidup dengan begitu naif, kau akan terluka.” Tapi Da Jung merasa optimis dan tidak terpengaruh kata2 Bu Ki. Shin Young sebaliknya, sudah memutuskan tidak akan menikah sama sekali.Selesai makan, mereka berjalan ke parkiran, ternyata ada yang menulis di kap mobil Bu Ki yang tertutup salju, bunyinya, “Wanita jalang mengerikan” Bu Ki mengaku ia tahu siapa yang melakukan ini, hanya ia tidak mau menjelaskan.
Bu ki juga sebenarnya masih punya urusan, tapi ia menawarkan kedua temannya untuk mampir ke apartemen mewahnya. Da Jung perlu tempat tinggal baru, karena rumor sudah tersebar mengenai kejadian yang memalukan itu. Bu Ki menawarkan agar Da Jung pindah ke apartemennya. Bu Ki punya tempat kosong. Da Jung melihat apartemen Bu Ki dan mengagumi kemewahannya juga selera Bu Ki dalam memilih, Bu Ki benar2 sukses.
Shin Young menjelaskan Bu Ki dulunya tidak seperti ini. Dulu, Bu Ki pernah berkencan dengan seorang pria selama 10 tahun. Sejak tahun pertama Bu Ki ada di universitas. Bu Ki melakukan segalanya untuk pria itu, ia juga tidak penah menolak keinginan pacarnya itu. Tapi Bu Ki selalu berakhir dengan membereskan cucian piring di rumah ibu pacarnya itu. Tahun2 datang dan pergi, Bu Ki hanya ingat menghabiskan masa2 usia 20an-nya dengan membereskan cucian piring.
Akhirnya Bu Ki tidak tahan dan memutuskan hubungan dengan pria itu saat usianya menginjak 30. Dan sekarang, Bu Ki benar2 berbeda, ia adalah wanita karir sukses yang mandiri. Menurut Bu Ki, putus cinta mungkin mengerikan dan menakutkan pada awalnya, tapi kemudian kau menyadari bahwa itu bukan apa-apa. Dalam satu kesempatan lain, Shin Young dipertemukan dengan seorang pria yang pernah ia wawancarai beberapa tahun lalu oleh seorang rekan kerja. Namanya Jerry Oh. Oh mengingat Shin Young dan minta nomor telpnya, maka mereka pergi makan malam bersama.
Oh melihat Shin young menikmati anggur, maka ia mengundang Shin Young untuk mencoba beberapa botol anggur yang ia bawa dari Napa (Lembah Napa di California terkenal dengan produksi wine-nya yang bagus, beberapa varietas terkenal termasuk Cabernet Sauvignon, Chardonnay, Pinot Noir, Merlot, Zinfandel, dll tumbuh di kebun2 anggur di Napa Valley).
Kencan mereka tergolong baik2 saja sampai Jerry Oh membuat permintaan aneh. Tapi sebenarnya cukup simpel maka Shin Young bersedia melakukannya. Shin Young sembunyi di balik tirai, kemudian muncul tiba2 dan berkata, “Ciluk..ba”. Ini ternyata menggairahkan Jerry, kemudian ia minta shin Young melakukannya lagi tapi kali ini hanya mengenakan jubah mandi.
Ini membuat Shin Young ketakutan. Shin Young menolak, maka jerry memohon dengan setengah mendesak dan bahkan merengek seperti bayi. Shin Young akhirnya pergi meninggalkan Jerry yang merengek minta Cilukba lagi. (freak and weird guy..)Paginya, Shin Young harus menggantikan seniornya untuk mengajar di universitas mengenai bagaimana melaporkan suatu berita, Shin young sedikit malas. Tapi ia pergi juga dan semua berjalan lancar sampai, ia berhadapan dengan mahasiswa yang datang terlambat. Siapa lagi..kalo bukan Min JAe. Keduanya kaget, tapi Min Jae senang sekali mengganggu Shin Young dan menjadi si sok pintar. Shin Young akhirnya minta maaf pada Min Jae karena insiden gitar itu, meskipun sebenarnya Min Jae bisa membantunya saat itu.
Shin Young minta Min Jae melepaskan kelas ini, dan Min Jae menjawab ya iya akan melepaskannya, tapi hanya setelah ia menyelesaikan PR yang ditugaskan Shin Young padanya, yaitu membuat suatu berita. Min Jae menghubungkan dengan kejadian aneh, ia bertemu seorang pria yang menjual benda2 elektronik curian pada mahsiswa. Ide Min Jae menarik minat Shin Young, karena iapernah kecurian dan tasnya hilang di daerah sini.Mereka bekerjasama. shin Young menyamar menjadi mahasiswi dan Min Jae mengenalkannya sebagi temannya yang mencari kamera pada pencuri itu. Min JAe sangat menikmati ini, karena ia bisa memperlakukan Shin young spt teman seusia, padahal seharusnya ia bicara dengan lebih hormat karena Shin Young lebih tua. Di depan si pencuri, mereka bicara satu sama lain seperti kawan lama.Ketika Shin young ada di gudang barang2 curian, Shin Young mencari tasnya, dan menemukan tasnya ada di rak perhiasan. Tepat saat polisi datang menggerebek tempat itu. Shin Young punya teman di kepolisian jadi mereka tidak kena masalah.
Beberapa hari kemudian, Shin Young melakukan penelitian di perpustakaan univesitas, ia ingin mencari ide2 baru untuk programnya, ketika Min JAe muncul mendekatinya. Kali ini mereka lebih akrab daripada ketika bertemu pertama kali. Min Jae berkata bahwa ada orang lain yang melaporkan mengenai pencurian itu. Min JAe mencari kesempatan untuk melihat Shin Young siaran, setengah menggoda bahwa Shin Young pasti buruk dalam pekerjaannya. Shin Young menjawab itu bukan bagiannya.
Shin Young minta tolong dengan buku2nya, Min JAe menjawab tidak dengan senyuman dan pura2 akan pergi. Shin Young kecewa, tapi Min Jae menyusul juga dan mengambil buku2 itu dari tangan Shin Young.
Saat mereka berpisah, Min JAe menawarkan, “Jumat depan, Aku tampil, mau datang?” Shin Young menjawab, “Aku tidak punya waktu.” dan Min Jae kembali, “Aku hanya basa basi.” Min JAe tidak terlalu kelihatan kecewa tapi undangan itu kelihatannya tulus, karena saat mereka berpisah, kata2 Min Jae adalah “Kau seharusnya berpakaian seperti waktu itu. Kau kelihatan cantik.” (bukannya kelihatan muda..dan kalo ditanya bisa jawab ini teman dan bukan tante atau kakak..?)Shin Young tenggelam dalam pekerjaannya dalam beberapa hari, sementara Da jung pindah ke apartemennya. Da Jung menolak tawaran Bu kI, ia lebih suka berbagi kamar dengan teman sekolahnya.
Shin Young bekerja sangat keras sepanjang minggu sampai ketika ia terbangun di mejanya di hari ia harus syuting programnya, ia menyadari bahwa Ia tidak bisa bicara. Rahangnya kaku dan ia tidak bisa membuka mulutnya!
Shin young berkeras akan melakukan interview, tapi jelas2 Shin young tidak akan bisa. Maka seniornya menawarkan akan melakukannya, Shin young protes tapi seniornya senang melakukan pekerjaan tambahan dan bergegas pergi untuk mengambil alih jadwal interview Shin Young.Shin Young menangis dengan penuh kemarahan di rumah, ia hanya bisa mengumamkan kata2 tidak jelas. Da Jung yang seorang penerjemah bahkan harus mendengar dengan dekat dan bisa menebak dengan tepat apa yang digumamkan Shin Young yaitu : “Apa kesalahanku? Bagaimanapun aku menunggu, pria yang baik tidak pernah muncul, itulah mengapa aku tidak akan menikah dan berkata aku akan bekerja mengejar karirku.”
Da Jung terus menerjemahkan gerutuan Shin Young yang tidak jelas sampai akhirnya ia tidak bisa mengikuti dan mulai bicara mengenai masalahnya sendiri. Dan ditengah perdebatan mereka bertiga, rahang Shin Young terpuntir lebih parah lagi.
credit to kadorama-recaps.blogspot.com

Sinopsis Wish Upon a Star – Episode 8

Pal-kang menampar Kang-ha, marah bahwa Kang-ha hanya peduli pada rumahnya yang terbakar ketimbang keselamatan anak yang terluka. Mereka saling tatap. Pa-rang mengerti bahaya marah-marah pada Kang-ha dan mulai berteriak menangis untuk meminta Kang-ha memaafkan kakaknya. Pa-rang berujar kalau Pal-kang tidak tahu apa yang dilakukannya dan tidak bermaksud menampar Kang-ha. Pa-rang juga memohon agar tidak disuir dari rumah itu.

Ada perubahan di wajah Kang-ha dan berikutnya kita tahu kalau dia merasa bersalah. Di kamarnya, dia mengingat kembali apa yang baru terjadi tapi ketimbang memikikan kebakaran itu ataupun kemarahannya, pikiran Kang-ha terpusat pada Pal-kang yang memanggilnya bajingan yang tidak punya perasaan.

Pa-rang tetap terisak, dan bertanya, “Jika kita diusir karena aku, apa yang akan terjadi pada kita?” Pal-kang mencoba menenangkan adiknya lalu beranjak untuk menemui Kang-ha. Pal-kang mendekat dengan penuh sesal dan meminta maaf karena sudah bertindak seperti tadi. Pal-kang juga bertanya apa pipi Kang-ha terluka karena tamparannya. Jawaban Kang-ha sangat tajam, “Bajingan tidak punya perasaan ini perlu tidur, jadi pergilah.” Tapi setidaknya, Kang-ha tidak lagi marah yang membuat Pal-kang tenang.
Faktanya, suasana menjadi lebih baik ketika Pal-kang berjanji untuk membuatkan sarapan yang enak besok. Kang-ha berkata, “Dan jangan pecahkan kuning telur gorengnya!” Pal-kang menjadi bingung tapi dia menerimanya begitu saja. Kelihatannya tadi Kang-ha tidak hati2 jadi dia kembali dengan mengkritik telur buatan Pal-kang.
Ju-hwang menghasilkan 20.000 won pada malam pertamanya bekerja di kios computer dan berjalan keluar dengan gembira. Di luar, dia dihentikan oleh tiga laki2 yang lebih dewasa yang juga bekerja di tempat itu, yang menawarkan untuk memegang uang itu untuk Ju-hwang. Ancamannya jelas dan Ju-hwang mencoba kabur, tapi mereka menarik Ju-hwang dan menendangnya ke tanah lalu mengambil uangnya.

Sambil menahan air matanya, Ju-hwang pulang ke rumah dan mencoba untuk menyembunyikan wajahnya yang terluka. Pal-kang bertanya bagaimana Ju-hwang mendapatkan luka itu dn bertanya-tanya apakah Ju-hwang baru saja berkelahi. Ju-hwang merasa cukup marah untuk melampiaskan semuanya pada Pal-kang dan berbicara lalu berhamburan keluar. Kang-ha melihat semua ini dari lantai atas.
Jae-young mabuk dan Jun-ha mengantarnya pulang. Jae-young merasa bodoh karena merasa tertekan ketika dia telah ditolak Kang-ha berkali-kali. Dia bersandar pada Jun-ha, yang merasakan sebuah perasaan tidak tentu pada sikap itu. Jun-ha menyelimutinya dan pergi tapi dia berhenti ketika Jae-young berkata, “Akan menyenangkan kalau itu kau. Kau cukup baik untuk membuat seseorang menangis. Akan menyenangkan kalau tadi itu kau. Tapi kenapa tidak?”
Suara Jun-ha mengeras dan berkata, “Kau pasti benar2 mabuk makanya mengatakan sampah itu!” Di rumah, Kang-ha melangkah keluar dimana Ju-hwang berdiri dalam kedinginan. Kang-ha meminta anak itu untuk masuk. Kang-ha menasehati bahwa karena dia tidak punya uang, dia tidak seharusnya mencoba untuk kabur. Ju-hwang hanya harus kembali ke rumah.
Ju-hwang menjawab kalau dia bukan orang yang keren yag pantas mendapatkan perlindungan. Ju-hwang adalah anak terkecil kedua di sekolah, yang kenapa anak2 selalu memilihnya. Dia tidak punya kekuatan. Dia mengaku kalau dia bekerja di kios computer dan dirampok. Kang-ha mengatakan kalau memiliki kekuatan bukan tentang berat badan dan bertanya pada Ju-hwang kenapa dia tidak mengatakan yang sebenarnya pada Pal-kang. Ju-hwang menjawab tidak ada gunanya.
Sebelum mengirim Ju-hwang masuk ke dalam, Kang-ha mengungkapkan pemikirannya: “Kau bukan orang tanpa kekuatan!” Jun-ha pulang ke rumah tepat waktu untuk melihat itu dan berkomentar tajam, “Sekarang kau bahkan bicara dengan anak2. Kau sudah banyak berubah.” Kang-ha bicara membela dirinya, “Keluarga it uterus bicara padaku!” Jun-ha membalas, “Betapa pintarnya kau membuat alasan.”
Malam itu, anak2 tidur dengan mengikat diri mereka bersama untuk menjamin bahwa Pa-rang tidak berkelana. Ini artinya ketika pagi tiba dan Kang-ha bangun, dia merasa aman untuk sementara kalau anak itu tidak ada di kamarnya. Tae-kyu bangun dari tidurnya dan mendapati ada wanita di sisinya dan di wajahnya ada coretan lipstick. Tae-kyu ketakutan – kenapa dia disini? Kenapa gadis itu ada disini? Gadis itu mengingatkan Tae-kyu, “Kita setuju untuk menikah.” Tae-kyu ketakutan luar biasa dan merasa bahwa dia sudah mengkhianati Pal-kang, “Tidak! Sayang, aku minta maaf!”
Sampai di rumah, Tae-kyu bergabung di dapur. Karena ini adalah bagian dari rencana Jun-ha, maka Jun-ha bertanya tentang gadis di klub dan rencana pernikahan mereka. Tae-kyu berusaha untuk membuat Jun-ha diam sebab berpikir dia akan menyakiti hati Pal-kang. Sebaliknya, Pal-kang malah mengucapkan selamat pada Tae-kyu – meski begitu, Cho-rok, yang menjadi pendukung Tae-kyu, terluka. Cho-rok menuduh, “Aku tidak tahu kalau kau adalah pria seperti itu. Pengkhianat!”
Sebagai penebusan dosa, Tae-kyu mentraktir anak2 makan pizza dan ayam. Anak2 yang lain bersemangat tapi Cho-rok menolak untuk makan dan Tae-kyu memohon untuk dimaafkan. Tae-kyu malu pada dirinya sendiri dan mengatakan pada Cho-rok kalau dia merasakan hal yang sama seperti yang Cho-rok rasakan tapi Tae-kyu mengingatkan Cho-rok untuk ‘mencintai sang pembuat dosa dan membenci dosanya.’ Sambil berlutu, Tae-kyu berkata kalau hanya Cho-rok harapannya satu2nya. Akhirnya, Cho-rok melunak, “Jika kau mengecewakan aku lagi, aku bahkan tidak akan memanggilmu kakak.”
Upacara pemakaman klien Pal-kang berakhir dan putra dari almarhum mengucapkan terima kasih pada Pal-kang. Pal-kang berharap dia bisa mengikuti upacara sampai akhir tapi laki2 itu berkata kalau Pal-kang sudah cukup membantu. Laki2 itu juga sudah memberitahu sepupunya tentang Pal-kang dan dia berharap Pal-kang mampir untuk membicarakan tentang kebijakan asuransi. Pal-kang mengucapkan terima kasih atas kebaikan pria itu lalu menuju ke rumah sakit untuk memeriksa ibu laki2 itu, yang pingsan karena saking berdukanya. Pal-kang duduk bersama nenek yang menangis karena tidak mampu ikut ambil bagian dalam upacara pemakaman suaminya.
Pal-kang segera mencari cara untuk menghibur nenek dan mulai menyanyikan lagu yang sudah dia latih, lagu yang diminta nenek sebelaumnya. Pal-kang membawakannya dengan antusias dan tidak melihat Kang-ha, yang baru saja menjenguk Ketua Jung, memperhatikan dari lorong bawah. Akan tetapi, lagu ini hanya membuat nenek menangis lebih keras, sebab ini adalah lagu yang dulu biasa dinyanyikan suaminya. Pal-kang segera mengubah lagunya dan menawarkan lagu yang lebih ceria.
Dulu, Kang-ha tidak mau memberikan tumpangan pada Pal-kang. Namun kali ini berbeda. Kang-ha menepi dan menawarkan tumpangan pada Pal-kang. Tapi tentu saja ini Kang-ha yang jaim jadi dia berkata, “Masuklah. Apa kau tidak mendengarku?” Ini benar2 sangat tidak terduga hingga Pal-kang menggaruk-garuk kepalanya, heran kenapa Kang-ha mau repot-repot dan ada acara apa sebenarnya.

Tiba2 saja, Pal-kang sakit perut dan meminta Kang-ha untuk segera menepi. Pal-kang tidak bisa menunggu sampai tiba di rumah – dia harus ke kamar mandi sekarang! Kang-ha bergumam soal masalah sembelit keluarga Jin. Pal-kang menjawab kalau 6 saudara akan membuatmu mengalami hal itu.
Ketika Kang-ha menunggu di dalam mobil, dia mencium bau busuk yang aneh. Dia mengendus-endus dan menemukan sumber baunya: popok Nam perlu diganti. Popoknya sangat kotor ketika Kang-ha mencoba menggantinya dengan yang baru. Dan selama proses pergantian itu, Kang-ha terkena kotoran di tangannya, yang kemudian mengenai kemejanya yang membuatnya super jijik.
Saat Pal-kang kembali ke mobil, Kang-ha menyuruhnya membeli sabun untuk mencuci tangannya sebab kamar mandi disana kehabisan sabun. Ketimbang memberikan uang tunai, Kang-ha malah memberikan Pal-kang karyu kredit. Ketika Pal-kang kambali, Kang-ha mencuci tangannya dan berniat membuang bajunya. Ketakutan melihat kotoran itu, Pal-kang berkeras untuk mencucikan kemeja itu untuk Kang-ha lalu mengeringkannya di mesin pengering tangan. Pal-kang tidak mengeringkannya secara penuh jadi kemeja itu masih sedikit basah tapi Pal-kang bilang baju itu akan segera menghangat.
Sialnya, saat mereka kembali mobil Kang-ha menghilang. Polisi menangani laporan itu tapi mereka sudah tidak punya harapan – Pal-kang meninggalkan kunci mobil di dalam mobil, yang menggoda seseorang untuk mencurinya. Kang-ha kesal waktu polisi itu menyebut dirinya dan Pal-kang pasangan suami istri.

Merasa bersalah, Pal-kang berkata dengan sedih pada Kang-ha, “Kau tidak perlu memberiku bayaran.” Setidaknya Pal-kang masih punya metro card jadi mereka bisa pulang naik kereta. Tapi semuanya juga tidak membaik waktu seorang paman muntah di jaket Kang-ha. Sudah cukup buruk para penumpang yang lain mengira Pal-kang dan kang-ha adalah pasangan suami istri. Tapi paman yang muntah ini yang paling buruk.
Kembali ke kamar mandi, dimana Pal-kang mencuci jaket Kang-ha di keran. Kang-ha ingin membuangnya, tapi Pal-kang mengingatkan kalau Kang-ha akan mati kedinginan dengan kemejanya saja dan menyelesaikan tugasnya. Sayangnya, pengering tangan kamar mandi yang ini, rusak. Ini artinya, Kang-ha harus mengenakan jaket yang basah!
Kang-ha gemetaran waktu mereka berjalan di stasiun kereta bawah tanah dan Pal-kang melihat penjual makanan lalu menyarankan agar mereka membeli sesuatu yang hangat untuk dimakan. Pal-kang mencoba untuk menangkan Kang-ha dengan memujinya, dengan mengatakan pada Nam kalau paman pengacara adalag orang yang baik! Kenapa? Karena bahkan saat mobilnya kecurian, dia tetap membelikan mereka sate ikan. Pal-kang, “Ketika kau dewasa, kau harus menjadi orang yang mengagumkan seperti paman pengacara!”

Kang-ha sama sekali tidak berselera tapi Pal-kang menjamu dirinya dengan soondae (cumi goring) dan di atas itu, mandoo. Kang-ha sedikit kaget dan sedikit jijik pada selera makan Pal-kang yang banyak. Setiap kali Kang-ha membayar sesuatu, Pal-kang selalu mengulangi frase-nya, “Kau bisa mengambilnya dari gajiku.” Kang-ha mengingatkan Pal-kang kalau Pal-kang sudah berkata jika dia tidak perlu membayarnya, yang membuat suasana hati Pal-kang kempis untuk beberapa saat. Pal-kang bertanya apa Kang-ha benar2 berniat untuk tidak membayarnya.
Semangat Pal-kang jadi meluap lagi waktu melihat pedagang yang lain, yang kali ini menjual kentang manis yang sangat disukai anak2. Mereka berhenti untuk membeli beberapa dan Kang-ha memesan seharga 5000 won. Pal-kang bertanya pada pedgang dengan nada enggan, “5000 won tidak akan dapat banyak, kan?” Kang-ha mengubahnya, “10.000 won!”
Mereka melanjutkan perjalanan dan Kang-ha membungkuk karena kedinginan dan sekarang diganggu oleh bersin yang terus-menerus. Dengan enggan, Kang-ha mengeluarkan kentang manis dari Pal-kang yang bertanya, “Tidakkan kau senang?” Kang-ha memandang Pal-kang dengan bingung, “Apa?”
Pal-kang: Kau mungkin belum pernah makan kentang manis baker dari pedagang jalanan sebelumnya. Kau seharusnya sudah mati karena tidak tahu bagaimana rasanya, tapi aku menunjukkan padamu. Aku rasa kau mungkin berterima kasih.
Kang-ha: Popok kotor Nam, kehilangan mobilku, dimuntahi, berjalan dengan baju basah di musim dingin – ya, aku sangat berterima kasih hingga mau mati.
Pal-kang, tertawa: Meski kau bicara seperti itu, kau benar2 berterima kasih, kan? Jadi… tolong berikan aku gaji-ku.
Anak2 memakan kentang manis itu meski mereka merasa sulit percaya kalau Kang-ha yang membelikan itu untuk mereka. Pa-rang membela Kang-ha dengan mengatakan kalau dia adalah pria yang baik. Cho-rok bicara demi Tae-kyu, yang menghabiskan lebih banyak uang untuk pizza dan ayam. No-rang mengatakan kalau jika kau hanya peduli pada uang, maka kau matre. Jika kau memikirkan perasaan seseorang, maka Jun-ha yang terbaik.
Kang-ha bersin semakin serius sekarang dan ketika Pa-rang mengendap-endap ke kamarnya, dia berjubal di atas tempat tidurnya. Pa-rang mengucapkan terima kasih pada Kang-ha atas kentang itu dan ketika dia memperhatikan ekspresi wajah Kang-ha, dia bertanya apa Kang-ha sakit. Kang-ha berkata tidak tapi jelas sekali kalau dia sakit.
Pa-rang memberitahu Pal-kang kalau Kang-ha terlihat sakit, jadi dia naik dengan membawa teh hangat. Kang-ha meminta Pal-kang untuk pergi, menolak teh-nya, tapi Pal-kang merasa bersalah dan mendekat juga. Duduk di samping Kang-ha, Pal-kang meminta Kang-ha untuk minum teh-nya. Pal-kang menjelaskan kalau ketika dia merasa bersalah, dia akan berhenti membuat masalah dengan memberikan ganti rugi. Contohnya, dia merasa bersalah atas popok yang kotor tapi itu malah membuat Kang-ha kehilangan mobilnya. Pal-kang merasa sangat bersalah malam ini hingga tidak bisa mengucapkan sepatah katapun.
Ketika Pal-kang memeriksa dahi Kang-ha, ternyata Kang-ha demam. Akan tetapi, Kang-ha memberitahu Pal-kang berulang-ulang kalau dia baik2 saja dan bahwa Pal-kang harus meninggalkannya sendiri yang membuat Pal-kang enggan mengganggu Kang-ha lagi. Di bawah, Pal-kang mempersiapkan kompres dingin untuk demam Kang-ha tapi dia ragu2 sebab tidak ingin mengganggu Kang-ha lagi.
Jadi, ketika Jun-ha pulang ke rumah, Pal-kang menganggapnya sebagai waktu yang tepat – apa Jun-ha bisa membawa kompres ini ke atas? Jun-ha bersedia dan dia memeriksa kakaknya serta menyarankan agar dia pergi ke rumah sakit. Kang-ha berpikir kalau itu tidak penting dan berhasil membuat saudaranya tersenyum. Jun-ha menjelaskan kalau Kang-ha terlihat manusiawi sekarang karena dia sakit.
Jun-ha menemukan Pal-kang membuat air lemon hangat dan ekspresinya menjadi kesal sebab Pal-kang segitu pedulinya. Jun-ha bertanya dengan curiga, “Kau belum menyerah terhadap Kang-ha, kan?” Pal-kang menyangkalnya dan menjamin kalau dia sudah sadar. Dia hanya merasa bersalah karena sudah membuat Kang-ha kesal hari ini. Pal-kang menjelaskan, “Aku tidak akan memikirkan hal lain sampai Nami lulus kuliah. Saat aku datang untuk tinggal disini, aku memotong rambutku di kamar mandi sauna dan memutuskan: ‘Aku bukan lagi seorang wanita. Aku hanya seorang ibu sekarang.’”
Pada pagi harinya, Kang-ha menemukan air lemon di sisi tempat tidurnya, yang dia minum. Di sampingnya ada sebuah pesan dalam secarik kertas dari Pal-kang: ‘Ketika aku menerima gajiku, aku akan membelikanmu vitamin yang bagus. Sungguh, kau bisa mempercayaiku. Jadi hari ini, aku menunjukkan kalau aku minta maaf dengan air lemon ini.’
Kang-ha tersenyum pada kata2 itu. Sedangkan, Pal-kang mempersiapkan makanan orang sakit untuk Kang-ha: bubur. Akan tetapi, Kang-ha sama sekali tidak memakannya sebab dia turun ke bawah sudah berdandan dan siap pergi kerja. Kang-ha tidak membuang-buang waktu menuju pintu yang membuat Pal-kang berkomentar, “Kau pasti benci melihatku karena aku membuatmu sakit.” Kang-ha menjawab dengan sikap biasanya, “Selama kau tahu.” Tapi itu tidak membuat Pal-kang sakit hati, dia hanya takjub melihat betapa gampangnya Kang-ha mengucapkan kalimat2 kejam seperti itu.
Kakek/ Ketua Jung telah mendengar pesan terakhir ayah Pal-kang dan hancur setelah mendengar kalau suami istri Jin meninggal salam kecelakaan mobil. Sekarang kakek sudah memulihkan ingatannya, dia datang ke lingkungan lama tempat tinggal keluarga Jin. Kali ini, kakek mengenali Man-soo dan bertanya kemana Pal-kang pergi. Mendengar kalau Pal-kang sudah pindah, kakek pergi.
Tidak berapa lama kemudian, Pal-kang tiba juga disana untuk bicara pada orang tua Man-soo tentang kebijakan asuransi keluarga mereka. Man-soo mengatakan kalau kakek Jung baru saja kesini menanyakan Pal-kang dan Pal-kang langsung bergegas untuk mencarinya di jalan raya. Kakek sudah benar2 menghilang ketika Pal-kang tiba disana tapi ketika Pal-kang berjalan lesu ke perhentia bus, dia melihat sosok kakek disana dan langsung memanggilnya. Wajah kakek langsung berubah cerah waktu melihat Pal-kang.
Seperti yang disebutkan, Ketua Jung sudah memulihkan ingatannya. Setelah pingsan mendengar sebuah voicemail, dia dibawa ke rumah sakit dan dia berbaring dengan sadar tapi tidak bicara apa2. In-gu tidak mengerti kenapa tapi Min-kyung mengerti bahwa kakek pasti sudah kembali ke akal sehatnya dan sekarang sedang memproses informasinya.
Ketika mendengar orang tua Pal-kang meninggal dalam kecelakaan, kakek Jung sakit hati. Tidak tahu kalau kakek sudah tahu tentang kematian itu, Min-kyung membuat perjanjian dengan pria mencurigakan dan menyuruhnya untuk mengatakan pada kakek kalau keluarga Jin tidak bisa ditemukan.
Meskipun Jae-young tidak cukup buruk, ada seorang wanita lagi dalam kehidupan Jun-ha. Wanita ini punya gaya rambut yang mirip dengan Jae-young dan ternyata dia adalah mantan pacar Jun-ha semasa kuliah dulu. Wanita ini menelpon setelah 3 tahun tidak bertemu. Jun-ha menyambutnya dengan ramah dan mereka pergi ke bar untuk mengenang kembali masa2 kuliah dulu. Wanita itu mengatakan kalau semua wanita dulu berpikir kalau Jun-ha menyukai mereka sebab Jun-ha sangat baik hati padahal pada waktu itu Jun-ha hanya bersikap ramah.
Wanita itu bertanya apakah Jun-ha akan berkencan dengannya bila dia bercerai. Jun-ha dengan mudah berkata iya tapi ketika wanita itu bertanya apakah Jun-ha akan mempertimbangkan untuk menikahinya, Jun-ha berkata tidak. Wanita itu berkata dengan sedih, “Apa aku tahu, kau mungkin kelihatan seperti pria yang sangat baik tapi kau benar sangat kejam.”
Ketua Jung memutar kembali voicemail yang berbunyi: “Tuan… Putra anda…. Anak… Adalah…” Untungnya, kakek cepat melihat pesan yang rusak dan memanggil Kang-ha untuk membantunya. Kakek ingin Kang-ha menemukan seseoang untuknya, dengan cepat dan rahasia – cucunya.
Tapi ini tidak semudah yang kakek kira untuk bisa melakukannya secara diam2, sebab kenalan Min-kyung memberikannya sebuah rekaman karena orang ini sudah secara rahasia merekam percakapan kakek dan Kang-ha.

Update Drama terbaru Yoo Seung Ho

Yoo Seung Ho benar2 sudah tumbuh dewasa – atau setidaknya itulah yang tergambar dari drama terbarunya (yang judulnya sekarang diganti jadi Flames of Ambitions) dimana Yoo berperan sebagai suami Seo Woo. Drama ini mengungkapkan tentang ketamakan, kekuasaan dan ambisi sebuah keluarga.

Coba perhatikan perbandingannya: Yoo Seung Ho baru saja berusia 17 tahun sedangkan Seo Woo, yang meski wajahnya menunjukkan kalau dia berusia belasan tapi sebenarnya sudah berusia 25 tahun. Seo Woo memerankan aktris yang sedang menuju ke puncak kesuksesan yang punya sangat banyak fans berat tapi banyak juga anti-fans-nya. Flames of Ambitions sendiri memasanga Yoo Seung Ho sebagai putra dari Jo Min Kid an digambarkan sebagai pria yang hangat dan baik hati.

Tapi bintang utama drama ini adalah Shin Eun Kyung, yang berperan sebagai wanita yang mampu melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Selain itu, dia juga bisa menjunjukkan sikap jahat dan dingin tergantung keinginannya.

Flames of Ambitions juga menampilkan Lee Soon Jae, Kim Byung Ki, dan Lee Hyo Choon. Drama ini akan tayang pada 2 Oktober.
Source: javabeans and hancinema

Still Marry Me

Judul Asli: Ajikdo Gyeolhonhago Shipeun Yeoja
English Title: Still, Marry Me/ City Lovers
Genre: Romance
Episode: 16
Produksi: MBC
Masa Tayang: 20 Januari 2010 – 11 Maret 2010
Sutradara: Kim Min Shik dan Lee Sang Yeob
Naskah: Kim In Young


Sinopsis:
Shin Young tidak pernah menemukan keberhasilan dalam soal cinta setelah putus dari tunangannya demi kemajuan karirnya. Ketika pacar terbarunya melamarnya, dia dengan senang menerima – tapi tidak lama setelahnya, Shin Young mendapati pria itu sudah bersama wanita lain. Dia sudah menyerah dalam urusan percintaan tapi tiba2 saja dia melihat wanita lain berteriak pada mantan pacarnya karena sudah mencampakkannya. Namanya Jung Da Jung, yang merupakan interpreter terkenal tapi naïf dan tidak pandai dalam urusan cinta.

Ketika keduanya menyadari kalau mereka adalah teman satu SMA, mereka jadi akrab. Mereka juga dikelilingi oleh teman baik Shin Young, Boo Ki, yang seorang konsultan restoran tapi sangat sinis soal cinta. Dengan tambahan Min Jae, yang seorang musisi menawan dan keras kepala, serta Na Ban Suk, yang seorang dokter, kehidupan ketiga wanita ini menjadi ceria lagi. Mereka bertiga akan saling memerlukan satu sama lain untuk saling mendukung percintaan usia 30an mereka yang penuh dengan kelucuan.

The Casts of Still Marry Me:
Park Jin Hee as Lee Shin Young
Uhm Ji Won as Jung Da Jung
Wang Bit Na as Kim Boo Ki

Kim Bum as Ha Min Jae
Choi Chul Ho as Na Ban Suk
Lee Pil Mo as Yoon Sang Woo

Park Ji Young as Choi Sang Mi
Kim Yong Hee as Choi Myung Suk
Ahn Hye Kyung as Jang Hye Jin
Park Hyo Joon as Hee Dong
Jun Se Hong as Jun Se Ri
Jung Won Joong as Sutradara Buk

Chun Woo Hee as Junior-nya Shin Young
Baek Il Sub as Ayah Ban Suk
Jung Soo Young as Teman kuliah Sang Woo
Jo Han Sun as Mantan tunangan Shin Young
Min Ah Ryung as Pacar mantan tunangan
Im Chang Jung as Jerry Oh
Danny Ahn as Mantan Pacar Boo Ki

Park Chul Min as psychic
Kim Sung Hoon as penjahat
Kim Min Shik as Sutradara Kim Min Shik
Gook Ji Yun as Se Na
Chae Gun
Komentar:
Terus terang, setelah baca sinopsisnya di kadorama-recaps, aku merasa kalau drama ini cukup menghibur. Apalagi, ada Kim Bum. Jadi, setidaknya Still Marry Me bisa mengobati rasa kangen para fans Kim Bum!
Source: dramabeans, dramawiki, dramafever

 
Photography Templates | Slideshow Software